|  | 

Pojok Parlemen

Ada Skenario Lemahkan Jokowi Lewat Kader Parpol Tidak Boleh Jadi Menteri

Jakarta-Partai politik didirikan untuk mewujudkan segenap ideologi dan cita-cita politiknya ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui penempatan kader-kader terbaiknya di dalam pemerintahan.

"Karena dengan masuk ke eksekutif, kita bisa membuat kebijakan guna mewujudkan cita-cita politik membawa bangsa dan rakyat ini lebih baik dan sejahtera," ujar Wasekjen DPP PKB Daniel Johan menanggapi wacana anggota kabinet lebih baik lepas dari partai, Jakarta, Minggu (10/8/2014).

Menurutnya, hal itu adalah bagian utuh sistem demokrasi bangsa Indonesia. Sehingga adalah benar dan sah bagi kader partai terbaik untuk masuk ke dalam kabinet.

Gus Dur dan seluruh pendiri PKB mendirikan partai dengan satu cita-cita agar bangsa Indonesia bangkit menjadi bangsa yang mandiri, berdaulat, sejahtera dengan menempatkan kader-kader terbaik mudanya yang bebas dari beban kesalahan masa lalu dan mampu membuat terobosan kebijakan tanpa merasa terpasung.

"Kalau kemudian partai dianggap tidak boleh menempatkan kadernya, untuk apa ada partai? Kita ubah saja UU sehingga peserta pemilu bisa dari mana saja dan capres tidak perlu diusung dari partai yang minimal mendapat suara 25 persen," tegasnya.

Daniel justru merasa khawatir ada skenario sistematis yang ingin merusak sistem demokrasi Indonesia. Implikasi dari skenario ini bila terjadi adalah pemerintahan presiden Jokowi menjadi tidak stabil dan akan muncul para oportunis yang tujuannya mengendalikan presiden.

"Seakan presiden Jokowi ingin dibuat lemah dengan dipisahkan dari partai pengusungnya maupun dari kekuatan parlemen yang sesungguhnya bagian utuh dari gerbong kekuatan perubahan Pak Jokowi sendiri," imbuhnya.

Daniel sangat paham kalau saat ini partai politik dianggap kurang baik, tapi perlu diingat bahwa perubahan besar dan berkesinambungan juga hanya bisa dilakukan oleh partai.

"Tantangan kita untuk memaksa partai berubah dan melahirkan para pemimpin yang visioner, tulus, dan bersih. Dan sejauh ini kita cukup berhasil dengan melahirkan Pak Jokowi sebagai presiden, termasuk anggota parlemen yang kita yakini lebih baik dari pemilu lalu," jelas Daniel.

Jadi bila ingin perubahan besar, Jokowi tidak bisa bekerja sendiri dan tidak mungkin meninggalkan partai. Tugas PKB dan partai koalisi mendukung penuh Jokowi menjadi presiden abad ini, yang benar-benar mampu membawa revolusi dan perubahan sejati untuk bangsa dan kehidupan rakyat.

"Justru dengan meninggalkan partai, kita curiga ada pihak yang ingin Pak Jokowi gagal dan mengambil keuntungan. PKB sepenuh hati ingin Pak Jokowi berhasil dengan seluruh cita-cita politiknya. PKB siap bekerja keras dengan lurus guna mewujudkannya secara bersama-sama," ujarnya. [inilah]

Related Articles

Kata Mutiara

“Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin” --- Gusdur