|  | 

Kegiatan Fraksi

Anggota DPR F-PKB Salurkan Bantuan Uang Tunai kepada Korban Kebakaran di Pulau Kijang Inhil

PEKAN BARU-Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion, memberikan bantuan uang tunai kepada 61 kepala keluarga korban kebakaran di Jalan Pahlawan RT/RW 002/004, Pulau Kijang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Penyerahan bantuan dilakukan melalui Koordinator Rumah Aspirasi Mafirion di Pekanbaru, Karta Atmaja, pada Minggu (12/4/2026).

“Bapak Mafirion menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa kebakaran yang menimpa masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban. Bapak Mafirion sebenarnya ingin hadir langsung menjenguk, namun beliau sedang menghadiri Muscab di Pekanbaru, sehingga menugaskan kami untuk segera turun ke lokasi dan menyalurkan bantuan,” ujar Karta Atmaja.

Karta menjelaskan, bantuan yang diserahkan berupa uang tunai yang dinilai sangat penting dalam situasi darurat pascabencana. Menurutnya, selain kebutuhan dasar seperti sembako dan pakaian yang umumnya cepat tersalurkan, korban kebakaran juga membutuhkan fleksibilitas dalam memenuhi berbagai kebutuhan mendesak lainnya.

“Bantuan uang tunai ini sangat penting karena dapat digunakan langsung oleh korban untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak, seperti membeli perlengkapan sehari-hari, biaya tempat tinggal sementara, hingga kebutuhan anak-anak. Sesuai arahan Bapak Mafirion, korban tidak hanya membutuhkan bantuan barang, tetapi juga dukungan dana agar bisa segera bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan korban, Sayuti, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mafirion, putra kelahiran Pulau Kijang yang kami banggakan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para korban kebakaran di lingkungan RT dan RW Pulau Kijang,” ujar Sayuti.

Diketahui, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, Ndong, kejadian bermula saat dirinya sedang minum kopi bersama rekannya di Warung Kopi Pak Jenggot, yang berada di sekitar lokasi awal munculnya api. Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena cuaca panas dan angin kencang, api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.

Sekitar pukul 14.00 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan secara gotong royong oleh masyarakat dengan bantuan alat pemadam kebakaran dari Kecamatan Reteh. Hingga saat ini, jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan.

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.