|  |  | 

Agenda Reses Berita Nasional

Kunjungi Keluarga Josi, Nihayatul Wafiroh: Secara Hormonal Josi Dikategorikan Laki-Laki

BANYUWANGI – Kisah miris yang  dialami Dwi Josi, mendapat perhatian dari Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nihayatul Wafiroh. Bocah asal Banyuwangi ini hingga umurnya 14 tahun hidup tanpa punya alat kelamin, anus dan tulang penahan tubuh. Tidak hanya itu, siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri VI Genteng Kulon, Kecamatan Genteng ini juga lahir dari keluarga pas-pasan.

Anggota Komisi IX DPR RI itu menceritakan pertemuannya dengan keluarga Josi saat berkunjung ke kediamannya di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi Selasa 8/8 kemarin.

“Selasa kemarin, saya dan tim berkesempatan mengunjungi adik Dwi Josi di kediamannya di Genteng Banyuwangi, Josi yg kelainan kelamin sejak lahir tinggal di rumah sederhana bersama ibu yang single parent & kakek-neneknya yg sudah renta, Ibu Josi setiap malam hingga pagi buta berdagang kopi dan ketan di pinggir jalan,” kisah Nihayah, Kamis 10/8.

Nihayah menerangkan, Josi yg sejak lahir tidak mempunyai anus dan alat kelamin, saat bayi sebenarnya secara hormonal oleh dokter dikategorikan laki-laki. Tapi dengan kondisi kelaminnya yang tidak berbentuk dokter menganjurkan kelamin perempuan saja yang lebih mudah membentuk kelak ketika sudah bisa dioperasi.

Namun beberapa bulan lalu, terang Nihayah menirukan keterangan orang tua Josi, Josi megungkapkan keinginannya untuk menjdi laki-laki. “Bu aku ini sebenernya laki-laki, aku gak mau jadi perempuan” begitu si Ibu meceritakan keluhan anaknya dengan mata berkaca-kaca,” terang Nihayah.

Sang Ibu segera menemui guru SD Josi yang sebelumnya tidak tahu akan kondisi ini. Beruntungnya guru2 & teman2 di sekolah mendukung sgt keinginan Josi, bahkan mereka lebih respect kepada Josi setelah tahu tentang keterbatasan Josi.

Masalahnya selain membutuhkan biaya, persyaratan operasi yaitu berat badan Jossi hingga 20 kg yg hingga usia 14 tahun tidak pernah terpenuhi. Berat badannya saat ini hanya 16 kg.

“Saya segera menghubungi direktur RS (Rumah Sakit) dr. Soetomo Surabaya untuk mengkonsultasikan kondisi dan harapan kluarga Josi, juga minta berkas administrasi & rekam medis Josi,” terangnya.

Nihayah menuturkan, pihaknya juga sudah menghubungi berbagai pihak untuk memastikan semua pihak bergerak cepat membantu Josi dan keluarga. Dia juga sedang menjalin komunikasi dengan dinas sosial setempat untuk memastikan keluarga Josi mendapat bantuan meringankan kebutuhan pempers dan cairan natrium klorida. Selain itu, Nihayah juga sedang mencari cara untuk mengubah akta lahir dan identitas Josi dari perempuan ke laki-laki.

“Josi nampak berseri-seri, sesekali dia nimbrung obrolan kami. Sore itu dia akan berangkat mengaji, saya lihat optimisme di wajah Josi. Sekarang kita sedang konsen untuk perasi Josi. PR setelah operasi adalah memastikan pendidikannya dan mewujudkan cita-citanya. Smoga dengan bantuan semua pihak harapan Josi dan keluarga bisa terwujud,” pungkasnya.

Related Articles

Kata Mutiara

“Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin” --- Gusdur