|  | 

Berita Nasional

Cak Imin: Reforma Agraria Untuk Mengentaskan Kemiskinan

JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai reforma agraria mutlak dibutuhkan. Menurutnya, aset ekonomi yang diperlukan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia adalah kepemilikan tanah.

Disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Diskusi Kemiskinan Pedesaan dan Reforma Agraria di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin 17/7, Cak Imin menuturkan akses penguasaan tanah orang miskin setiap hari berkurang. Hal ini berbanding terbalik dengan tanah yang dikuasai oleh perusahaan semakin meningkat.

“Tanah sebagai objek agraria sering menjadi perbincangan, tapi belum sepenuhnya menyentuh dan menuntaskan kemiskinan masyarakat pedesaan,” terangnya.

Menurut Cak Imin, reforma agraria sangat bernilai tinggi yang mempunyai relevansi yang sangat kuat untuk mengentaskan kemiskinan. Karena, lanjutnya, penyebab utama persoalan kemiskinan adalah ketidakmampuan masyarakat desa miskin memiliki aset dan alat produksi maupun modal bagi pelaksanaan ekonomi masyarakat desa.

Presiden sudah menangani langsung terutama distribusi aset tanah bagi rakyat. Jumlah tanah yang telah didistribusikan dan diketahui mencapai 9 juta hektar, dimana diharapkan 9 juta hektar bisa memberi solusi bagi 4,5 juta kepala keluarga miskin.

Staf Kepresidenan, Noer Fauzi yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut menambahkan, persoalan kemiskinan desa juga dipengaruhi oleh penguasaan tanah atas perusahaan-perusahaan. Sehingga masyarakat pedesaan terdesak untuk menjadi buruh dan menjual tanahnya.

“Kita berhadapan dengan kenyataan di desa-desa yang sebagian sudah terpengaruh oleh korporasi, itu sudah menyerahkan sepenuhnya kepada korporasi,” tendasnya.

Menurutnya, desa harus membangun kembali struktur ekonominya sendiri sehingga kemudian ekonomi itu dikembangkan oleh desa tersebut. Dengan seperti itu desa akan lebih mandiri.[]

 

 

Related Articles