|  | 

Berita Nasional

Gus An’im : Hati-Hati Provokasi Agama Jelang Pilpres

Kediri – Anggota Fraksi PKB DPR RI, Gus An’im F Macrus berpesan agar masyarakat tidak terbawa arus ujaran kebencian atas nama agama.

“Agama itu mengandung nilai luhur, bukan untuk menjelekan atau menjadi alat untuk membangun kebencian,” ujar Gus An’im dalam acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Kantor DPC PKB Kediri, Rabu (27/3/2019). Giat Sosialisasi 4 pilar ini dengan 2 titik giat di awali tanggal 06 Maret 2019 di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiiin Cabang Blitar dan berakhir semalam

Pemilu 2019 mendatang menurutnya memang memiliki efek luar biasa di masyarakat. “Kita jaga satu sama lain dan tidak bermusuhan karena beda pilihan di Pilpres, apapun hasilnya adalah yang terbaik untuk negara ini,” kata Gus An’Im.

Fenomena ujaran kebencian atas nama agama yang menyerang salah satu kandidat Pilpres menurutnya sudah diprediksi. “ini memprihatinkan kita bersama. Dan ironisnya tidak sedikit masyarakat kita yang termakan isu agama itu,” ungkap Gus An’Im.

Sebagai warga negara Indonesia, Gus An’Im berharap masyarakat semakin cerdas menilai dan memilah isu-isu yang beredar jelang Pilpres.
“jangan mudah terbawa arus, tabayun. Cari informasi lain ,” pintanya.

Lebih lanjut dirinya meminta masyarakat untuk gunakan hak pilih. “jangan Golput, 17 April ke TPS gunakan Hak pilih,” katanya.

Terkait pilihan politik, Gus An Im ingatkan satu-satunya partai yang istiqomah menjaga keutuhan NKRI dan mengawal demokrasi adalah PKB. “PKB partai yang dilahirkan ulama untuk rakyat Indonesia, ojolali PKB nomor satu,” kata Gus An’Im yang kembali mencalonkan diri didaerah pemilihan yang sama.

Sementara itu, Gus Adi salah satu santri Gus An’Im akui maraknya ujaran kebencian atas nama agama yang disebarkan di group-group whatsup.
“anehnya, kadang yang mengirimkan ulang pesan itu justru kalangan intelek yang termakan hoax,” katanya.

Related Articles

Kata Mutiara

“Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin” --- Gusdur