|  | 

Berita Nasional

ANN Sampaikan Dukungan Hak Angket KKP, Daniel: Ini Jadi Perhatian Penuh dari Komisi IV

JAKARTA – Wakil ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Daniel Johan menyambut baik dukungan dari Aliansi Nelayan Nusantara (ANN) yang menyampaikan petisi kepada Komisi IV. Petisi ini bertujuan untuk mendukung upaya Komisi IV yang akan menggulirkan Hak Angket kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait Peraturan Pemerintah Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) yang menyengsarakan nelayan.

“Itu bagian dari aspirasi masyarakat, tentu jadi perhatian penuh dari komisi IV,” ucap Daniel di Gedung DPR, Kamis, 18/5.

Daniel adalah salah satu yang mngusulkan diadakannya hak angket terhadap KKP terkait kebijakannya yang tidak melihat kondisi lapangan dan menlak berdialog dengan nelayan secara langsung. Daniel mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan dukungan dari anggota Komisi IV yang lain untuk hak angket tesebut.

“Kami sempet dialog dengan anggota yang lain, berbagai fraksi juga sempat mendukung untuk menggulirkan hak angket, dan mudah-mudahan dari hak angket ini dialog bisa terwujud,” terang Legislator dapil Kalimantan Barat tersebut.

Menurut Daniel, ada dua hal yang akan dihasilkan dari Hak Angket ini, yaitu mengungkap seluruh fakta yang terjadi dilapangan dengan apa adanya serta dapat menghasilkan tim independen yang bisa meluruskan seluruh permen-KP yang berimbas negatif terhadap nelayan.

Komisi IV sendiri menyayangkan dampak dari Permen-KP ini mejadikan menurunnya pendapatan nelayan. Bahkan, daniel menjelaskan, sudah banyak yang dirugikan dari permen-KP ini.

“bagaimana tidak menurun, misalnya, di jawa 16 pabrik industri ikan tutup, dipaksa tutup karena bahan baku tidak ada. Nah itu kan fakta menurun, industri hilir di Bitung 80% bangkrut, ribuan kapal ijinnya mendadak ilegal, tidak di terbitkan,” terangnya.

Komisi IV, jelasnya, sudah hampir tiga tahun mengkritisi hal ini. Tujuannya adalah agar ada perubahan dan pencabutan Permen-KP yang dimaksud. Namun, tidak mendapatkan tanggapan positif dari KKP. Daniel berharap dengan hak angket ini bisa menjadi jalan keluar.

“Komunikasi informal dengan anggota fraksi lain di komisi IV sudah berjalan, dan mereka mendukung, abis ini kita usulkan minimal 25 anggota dari 2 fraksi, nanti kita gulirkan di paripurna,” tutupnya.[]

Related Articles

  • Presidensial Threshold, Lukman Edy: PKB Menawarkan Jalan Tengah

    Presidensial Threshold, Lukman Edy: PKB Menawarkan Jalan Tengah

    JAKARTA – Usulan terkait Presidensial Threshold (PT) di Panitia Khusus (Pansus) Pemilu DPR RI hingga kini masih tarik ulur. Hal ini menurut ketua Pansus Pemilu, Lukman Edy karena semua partai politik ingin berperan mengusulkan calon presiden (capres). “Maunya kan sama nih, 20 persen biar gak ada saingan, sehingga tidak muncul capres lain, sedangkan, yang nol

  • Dana Saksi Pemilu dibebankan APBN/APBD, Lukman Edi:  Untuk Menghindari Transaksional Calon Dengan Pemilik Modal

    Dana Saksi Pemilu dibebankan APBN/APBD, Lukman Edi: Untuk Menghindari Transaksional Calon Dengan Pemilik Modal

    JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang sedang dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) Pemilu mengsulkan bahwa dana saksi pemilu dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurut Ketua Pansus Pemilu dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edi, hal ini penting untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan penguatan

  • Daniel Menyayangkan Penggusuran Gedung SD Jadi Lahan Parkir

    Daniel Menyayangkan Penggusuran Gedung SD Jadi Lahan Parkir

    JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Daniel Johan menyayangkan penggusuran gedung Sekolah Dasar Negeri 01 Pontianak. Apalagi, sebut Daniel, penggusuran tersebut hanya untuk membangun gedung parkir hotel. “Ini preseden buruk bagi dunia pendidikan Indonesia,” ucap Daniel di Jakarta, Selasa, 16/05. Pembangunan gedung parkir tersebut mendapatkan penolakan keras dari masyaratak. Pasalnya,

  • Lulusan SMK Justru Banyak Menganggur, Arzetti Tawarkan Solusi ini

    Lulusan SMK Justru Banyak Menganggur, Arzetti Tawarkan Solusi ini

    SIDOARJO – Anggota DPR RI Fraksi PKB, Arzetti Bilbila, mengaku prihatin terhadap tingginya tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK. Sebagai Anggota Komisi X DPR RI yang berkecimpung di bidang pendidikan dan ekonomi kreatif, Arzeti kecewa, karena seharusnya lulusan SMK diharapkan paling maksimal menyerap lapangan pekerjaan yang ada. Hal ini dismpaikan Arzetti saat melaksanakan agenda Reses