|  | 

Opini

Malik: Perlu Perhatian Khusus Penyebaran Radikalisme di Lembaga Pendidikan

Malik Haraman wawancara
JAKARTA - Ancaman laten radikalisme di Indonesia terus berkembang. Bahkan, faham-faham yang dapat mengoyak kesatuan dan persatuan bangsa tersebut justru disebarkan lewat lembaga pendidikan. Hal ini, menurut anggota Fraksi PKB Abdul Malik Haramain perlu menjadi perhatian khusus pemerintah.

Menurut Malik, agar lembaga pendidikan tidak menjadi tempat persemaian faham-faham radikalis, pemerintahan harus memastikan pemantauan terhadap materi pendidikan dari tingga dasar hingga tinggi. "Terutama soal sosial dan kebangsaan. Visinya sudah jelas di UUD 1945 dan apa yang ditemukan founding fathers kita. Tinggal pemantauan dilakukan sampai ke materi pendidikan," kata Haramain, kamis 01/12.

Selain materi, sambungnya, pengawasan juga harus dilakukan terhadap pengajar atau siapapun yang setiap saat berdekatan dengan anak didik. Kata Malik, merekalah yang setiap saat bergesekan dengan siswa. "Dalam konteks itu, lembaga seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kemristek Dikti, serta kemeterian lain yang terkait, harus duduk bersama menyamakan visi bagaimana cara mengontrolnya."

"Misalnya, untuk guru negeri dan swasta, bisa dilakukan semacam tes serta persyaratan memperoleh status guru. Di dalamnya bisa dimasukkan visi kebangsaan dan nilai Pancasila kita, itu dibikin mutlak. Jangan sampai guru yang mengajar radikalisme boleh dapat sertifikat. Setelah itu, pengawasan harus terus dilakukan," katanya tegas.

Dalam pengawasan para pengajar, mantan Ketum PB PMII ini mewanti-wanti bahaya tehadap pengajar yang pernah belajar di luar, khususnya di Middle East. Sebab biasanya beberapa di antara mereka memiliki patron kekuatan di luar negeri yang memang alirannya radikal. Makanya kontrolnya di negara. BIN sudah punya cara kontrol untuk yang belajar di luar negeri," ulasnya.

Karena itu, Malik pun menegaskan, penanganan penyebaran radikalisme ini akan berat kalau Pemerintah bekerja sendiri. Maka harus digandeng civil society seperti NU dan Muhammadiyah, atau ormas lain yang berbasis massa kuat.

"Mereka harus diganedeng untuk menyebarkan dan menyosialisasikan visi misi ini," tukasnya.

Related Articles

Kata Mutiara

“Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin” --- Gusdur