|  | 

Berita Nasional

Cak Imin: Munculnya Radikalisme Karena Memahami Agama Tidak Secara Menyeluruh

KUPANG – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menilai ada beberapa faktor penyebab munculkan radikalisme, ekstrimisme, primodialisme, dan terorisme yang marak terjadi belakangan ini. Faktor itu antara lain, ajaran atau doktrin yang dibangun atas cita-cita masing-masing agama melalui idiologi yang diajarkan.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, Mereka memahami ajaran agama sepotong- sepotong, tanpa melihat inti ajaran agama secara menyeluruh. Mereka, Lanjutnya,  juga tidak melihat nilai- nilai luhur yang terkandung dalam ajaran agama dimaksud.

“Bodohnya, mereka memahami ajaran agama secara sepotong dan bertindak di luar nilai- nilai luhur ajaran agama yang dianutnya,” jelasnya saat membuka Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPW PKB NTT di Kupang, Senin, 5/6.

Cak Imin menilai, doktrin agama yang sepotong-sepotong itu diatasi dengan pendalaman atau pengajaran agama secara utuh. Selain itu, penyadaran atau perubahan tentang cara pandang keagamaan. Karena hakikat dari ajaran agama adalah menghargai kemanusiaan secara total.

Untuk itu, Cak Imin menghimbau agar kurikulum pengajaran agama yang diajarkan di sekolah- sekolah harus dievaluasi secara total untuk menghindari sikap kebencian dan permusuhan sesama umat beragama terutama dikalangan para siswa.

“Materi kurikulim pelajaran agama yang diajarkan di sekolah-sekolah, sebagiannya menumbuhkan sikap permusuhan di kalangan para siswa,” ujarnya.

Dia mencontohkan, kurikulum agama tingkat SMA di Jawa, misalnya, mengajarkan tentang musuh sesama agama dan tidak boleh bergaul dengan sesama dari agama lain. Ini artinya, nilai- nilai permusuhan dan primordialisme sudah ditanamkan kepada para pelajar di tingkat SMA.

“Saya sudah sampaikan ke Presiden Jokowi agar kurikulum pengajaran agama yang diajarkan di sekolah-sekolah dievaluasi secara total,” kata mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigasi ini.

Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar kegiatan yang menghadirkan tokoh agama dalam negeri dan luar negeri. Dari kegiatan itu, GP Ansor menemukan bahwa inti dari ajaran agama adalah menjunjung tinggi kemanusiaan dan perilaku. Dengan adaya temuan itu, pemerintah diharapkan melakukan sosialisasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentag inti ajaran agama yang perlu diamalkan dan dilaksanakan dalam kehidupan.[]

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.