Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX Desak Audit Sistem Keamanan Pasien

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, mendesak manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk memperketat pengawasan menyusul insiden bayi yang nyaris tertukar. Arzeti menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan pasien merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan oleh kelalaian sekecil apa pun.
Insiden ini menimpa seorang ibu bernama Nina Saleha. Saat bayinya dijadwalkan pulang dari ruang NICU, Nina mendapati buah hatinya sudah berada di tangan orang lain setelah ia sempat meninggalkan ruangan sebentar untuk mengurus administrasi. Beruntung, kesalahan tersebut segera disadari sebelum bayi dibawa keluar dari lingkungan rumah sakit.
“Ini menunjukkan masih adanya celah dalam sistem pengawasan yang seharusnya tidak boleh terjadi. Manajemen RSHS harus segera melakukan audit menyeluruh untuk mengevaluasi sistem agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Arzeti Bilbina di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Arzeti menekankan bahwa prosedur penyerahan bayi wajib melalui verifikasi ketat dan berlapis. Verifikasi tidak boleh hanya berdasarkan kepercayaan, melainkan harus mencocokkan dokumen resmi orang tua dengan gelang identitas bayi secara prosedural dan terdokumentasi.
“Penyerahan bayi harus melalui pemeriksaan lengkap. Identitas orang tua wajib diverifikasi dengan kartu pengenal resmi dan dicocokkan dengan data bayi. Ini prinsip dasar yang tidak boleh ditawar,” tegas legislator asal Jawa Timur tersebut.
Lebih lanjut, Arzeti meminta pihak rumah sakit melakukan investigasi mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV untuk membedah kronologi kejadian secara transparan. Ia mengingatkan agar RS juga mengevaluasi kemungkinan adanya pihak luar yang sengaja memanfaatkan kelengahan petugas di lapangan.
“Jangan sampai ada celah sekecil apa pun. Seorang ibu harus menerima bayinya sendiri. Kasus ini harus menjadi alarm keras bagi Kementerian Kesehatan untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP) keamanan pasien di seluruh rumah sakit di Indonesia,” pungkas Arzeti.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


