DEN: Indonesia Harus Rasionalisasi Harga BBM

JAKARTA - Anggota Dewan Energi (DEN) RI Muhammad Khalid Syaerazi menilai Indonesia tidak bisa terus menerus menahan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah dinilai perlu melakukan rasionalisasi harga dan rasionalisasi subsidi BBM agar APBN tidak terlalu terbebani.
“Tidak ada pilihan lain selain merasionalisasi harga dan rasionalisasi subsidi. Tidak ada cara lain kecuali menaikkan harga BBM,” tegas Khalid, dalam Diskusi Publik Fraksi PKB DPR RI bertajuk Krisis Energi Global : Momentum Mewujudkan Ketahanan Energi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Sampai saat ini, pemerintah belum menaikkan harga BBM. Pemerintah masih mengandalkan subsidi. Jika pemerintah menanggung subsidi itu, maka pemerintah akan terus berutang untuk memenuhi subsidi tersebut. “Maka jika situasi krisis energi global ini berkepanjangan kebijakan rasionalisasi harga harus diambil,” ujar Khalid.
Dia menyampaikan pentingnya ketahanan energi di tengah gejolak geopolitik global, khusus perang antara Iran dan Amerika-Israel. Indeks Ketahanan Energi (IKE) menyebutkan bahwa Indonesia masih dalam posisi Tahan Energi.
“Kita sudah mengusulkan tiga langkah untuk mitigasi terhadap krisis global dan dampak fiskal. Ada strategi jangka pendek, menengah, dan strategi jangka panjang,” terangnya.
Khalid mengatakan, jika merujuk pada Indeks Ketahanan Energi 2025, Indonesia dalam kondisi Tahan pada angka 7,13. Angka itu meningkat sebesar 0,39 tahun sebelumnya. Sedangkan target IKE 2026 adalah 7,34 (tahan), 2027 naik 7,71 (tahan), 2028 sebesar 8,05 (sangat tahan), dan target 2029 mencapai 8,36 (sangat tahan).
Ada empat aspek yang menjadi landasan Indeks Ketahanan Energi, pertama, availability, yaitu ketersediaan sumber energi dan energi baik, dari domestik maupun luar negeri. Kedua, accessibility, yakni kemampuan mengakses sumber energi, inftrastruktur jaringan energi, termasuk tantangan geografik dan geopolitik.
Ketiga, affordability, yaitu keterjangkauan konsumen terhadap harga energi. Dan yang keempat, acceptability, yakni penggunaan energi yang peduli lingkungan (darat, laut dan udara), termasuk penerimaan masyarakat.
“Ketahanan energi tidak bisa lepas dari empat aspek itu. Pemerintah terus berupaya mencapai ketahanan energi,” beber Khalid.
Terkait dengan perang Iran vs Amerika, Khalid mengatakan bahwa penutupan Selat Hormuz telah mengganggu jalur logistik sekitar 20 persen (20,1 juta barel) pasokan minyak global dan memicu kenaikan harga minyak dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak.
Penulis: Khafidlul Ulum


