17 Tokoh Raih Imam Jazuli Award dalam Pertemuan 1.000 Tokoh Pesantren se-Jawa Barat

CIREBON— Momentum Hari Santri Nasional 2026 menjadi ajang berkumpulnya sekitar 1.000 tokoh pesantren se-Jawa Barat di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Imam Jazuli Foundation tersebut menjadi ruang silaturahmi, refleksi, sekaligus penguatan peran pesantren dan santri dalam kehidupan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kebangsaan. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penganugerahan Imam Jazuli Award kepada 17 Tokoh Inspiratif dan Berpengaruh di Jawa Barat.
Penghargaan yang diselenggarakan Imam Jazuli Foundation tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, kebangsaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Dua di antara 17 tokoh penerima penghargaan tersebut adalah Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Anggota DPR RI KH. Maman Imanulhaq. Keduanya dinobatkan sebagai bagian dari Tokoh Inspiratif dan Berpengaruh di Jawa Barat.
Penganugerahan Imam Jazuli Award menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan Hari Santri Nasional yang mempertemukan sekitar 1.000 tokoh santri dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kiai Maman mengatakan, penghargaan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai pencapaian pribadi, melainkan sebagai amanah untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya menerima penghargaan ini bukan sebagai pencapaian pribadi, tetapi sebagai amanah untuk terus mengabdi. Santri hari ini harus mampu hadir di tengah masyarakat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren: keikhlasan, kedisiplinan, kemanusiaan, dan pengabdian,” ujar Kiai Maman.
Menurut Kiai Maman yang juga Pimpinan Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini, Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperluas kontribusi santri dalam berbagai bidang kehidupan.
“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Santri harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri, di bidang pendidikan, ekonomi, politik kebangsaan, teknologi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Kiai Maman juga menilai tradisi pesantren memiliki modal sosial dan moral yang penting bagi Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman.
“Pesantren mengajarkan ilmu sekaligus akhlak. Karena itu, santri harus mampu membawa nilai-nilai tersebut ke ruang publik dan menjadikannya energi untuk membangun Indonesia yang lebih adil, maju, dan berkeadaban,” tambahnya.
Sementara itu, KH Imam Jazuli, pendiri Imam Jazuli Foundation, mengatakan pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang selama ini memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kami ingin Hari Santri tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada para tokoh yang selama ini bekerja, mengabdi, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat. Imam Jazuli Award adalah apresiasi atas dedikasi mereka,” kata Kiai Imam Jazuli.
Menurutnya, santri memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Karena itu, semangat tersebut harus terus diterjemahkan dalam konteks kehidupan masyarakat hari ini.
“Santri harus percaya diri mengambil peran di semua ruang kehidupan. Pesantren memiliki tradisi ilmu, akhlak, kemandirian, dan pengabdian yang sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman. Karena itu, santri harus terus bergerak, berkarya, dan memberi manfaat,” ujarnya.
KH Imam Jazuli berharap penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan tradisi pengabdian dan perjuangan para ulama serta santri.
Perayaan Hari Santri Nasional yang digelar Imam Jazuli Foundation di Hotel Aston Cirebon ini menjadi ajang silaturahmi para tokoh pesantren, ulama, pendidik, aktivis sosial, dan santri dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Dengan mengusung semangat memperkuat peran santri dalam kehidupan kebangsaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang refleksi mengenai tantangan pesantren dan generasi santri di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Penganugerahan Imam Jazuli Award menjadi salah satu puncak acara. Sebanyak 16 tokoh diberikan penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif dan Berpengaruh di Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol apresiasi, tetapi menjadi energi baru untuk memperkuat gerakan pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta pengabdian kebangsaan.
Hari Santri, dengan demikian, tidak hanya mengenang sejarah perjuangan para santri, tetapi juga menegaskan kembali relevansi nilai-nilai pesantren untuk menjawab persoalan masyarakat masa kini.
Sementara itu, Direktur Imam Jazuli Foundation, Hj. Imtiyaz Zay Balqis, menyampaikan, “Ke depan, kita akan bersinergi dengan para tokoh ini untuk mengelaborasi dan mengembangkan gagasan serta perjuangan yang telah mereka lakukan, baik dalam bidang transformasi, ekologi, maupun kesetaraan gender.”
Imam Jazuli Award menjadi penanda bahwa kontribusi santri tidak hanya hidup di lingkungan pesantren, tetapi juga terus tumbuh di tengah masyarakat dan berbagai ruang pengabdian di Jawa Barat.
Berikut Daftar Tokoh Inspiratif & Berpengaruh di Jawa Barat:
1. Dr. KH. Cucun Ahmad Syamsurijal
2. Dr. KH. Maman Imanulhaq, M.M.
3. KH. Dedi Wahidi, S.Pd
4. KH. Juhadi Muhammad, SH.
5. Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin
6. KH. Hasan Nuri Hidayatullah
7. Prof. Dr. Rokhmin Dahuri
8. KH. Muhammad Nuh Addawami
9. Addin Jauharudin
10. KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D
11. Prof. Dr. KH. Asrorun Ni'am
12. KH. Husein Muhammad
13. Dr. Rina Saadah, Lc., M.Si
14. Nyai Hj. Masriyah Amva
15. Dr. KH. Jujun Junaedi
16. Drs. H. Imrod Rosyadi, M.Ag
17. KH. Musthofa Aqil


