Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Nazara Diharap Pulihkan Kepercayaan Pasar

JAKARTA — Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Bertu Merlas, berharap perombakan posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi momentum berharga untuk memperkuat kepercayaan pasar. Kepastian arah kebijakan fiskal nasional dinilai penting demi menjaga nilai tukar rupiah dan arus investasi di tengah dinamika ekonomi global.
“Kami mengucapkan selamat kepada Menteri Keuangan yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo dan menyampaikan apresiasi kepada Menkeu sebelumnya. Dengan pergantian ini, kami berharap muncul energi baru yang mampu mengembalikan serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Bertu di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Bertu menjelaskan bahwa kepercayaan pasar bukan sebatas persepsi emosional para investor, melainkan fondasi utama keberlanjutan pembiayaan negara. Kredibilitas kebijakan pengelolaan defisit anggaran, utang, hingga insentif fiskal akan menentukan biaya pembiayaan pemerintah di pasar keuangan.
“Pasar membutuhkan kepastian, konsistensi, dan kredibilitas. Ketika pelaku pasar percaya kebijakan fiskal dikelola secara transparan dan terukur, risiko dapat ditekan sehingga imbal hasil surat utang serta dunia usaha tetap stabil,” tegasnya.
Ia menilai rekam jejak Suahasil Nazara sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan di era Sri Mulyani maupun Kabinet Merah Putih menjadi modal teknokratis yang sangat kuat. Latar belakang akademis di bidang ekonomi juga diyakini mampu menopang perumusan kebijakan yang akurat di tengah tantangan yang makin kompleks.
“Kami melihat ada modal pengalaman dan kapasitas yang cukup pada sosok Suahasil. Masyarakat menunggu kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas pasar keuangan, tetapi juga benar-benar terasa dampaknya bagi ekonomi nasional,” kata Bertu.
Legislator PKB tersebut mengingatkan bahwa tugas Menkeu baru ke depan tidak ringan karena harus menjaga keseimbangan antara disiplin anggaran dan dorongan pertumbuhan ekonomi. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dituntut agar dikelola secara hati-hati tanpa mengabaikan perlindungan daya beli warga.
“Tantangan Menkeu baru adalah menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan dorongan pertumbuhan. Kebijakan fiskal harus cukup responsif untuk mencetak lapangan kerja dan memperkuat sektor produktif,” tambahnya.
Bertu juga mendorong Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan baru untuk segera memetakan langkah-langkah strategis penyerapan anggaran. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter diharapkan mampu membentengi ekonomi masyarakat dari lonjakan inflasi.
“Langkah strategis penyerapan anggaran dan penguatan sektor riil harus segera berjalan secara terukur. Kita ingin kebijakan fiskal ini tidak sekadar rapi di atas kertas, tetapi menjadi stimulus nyata bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


