|  | 

Berita Nasional

Menko Muhaimin: Model Pemberdayaan PNM Harus Diperluas untuk Wujudkan Masyarakat Mandiri

DENPASAR-Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa model pemberdayaan yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan contoh nyata program yang berhasil membangun kemandirian ekonomi masyarakat dan layak diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, pengalaman PNM selama 27 tahun menjadi modal penting bagi pemerintah untuk memperkuat agenda pemberdayaan masyarakat sebagai strategi pembangunan nasional.

"PNM menjadi model yang sangat bagus, menjadi model yang sangat luar biasa bagi pola pemberdayaan yang bisa diduplikasi, dibikin baik di berbagai tempat, di berbagai lembaga yang mengikuti model ini," ujar Menko Muhaimin saat mengunjungi Kantor PNM cabang Denpasar, Bali, Kamis (09/07/2026).

Menurutnya, visi Kemenko PM sejalan dengan pendekatan yang dijalankan PNM, yakni membangun pemberdayaan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

"Di situlah hakikat pemberdayaan ialah bagaimana tumbuh bersama untuk menjadi pribadi atau manusia-manusia yang mandiri, merintis dan mengembangkan potensi diri dan lingkungannya untuk tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang produktif," katanya.

Menko Muhaimin menegaskan bahwa pemerintah ingin mengubah paradigma pembangunan dari bantuan yang bersifat karitatif menjadi pemberdayaan yang menghasilkan dampak jangka panjang.

Menurutnya, setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus memberikan manfaat yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.

Ia menilai pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Karena itu, Indonesia harus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha rakyat.

"Di sisi yang lain, secara realitas yang kita hadapi kita tidak bisa lagi bergantung kepada siapa pun termasuk pasar, pasar global, pasar regional, pasar, pasar geo ekonomi, tidak bisa lagi diharapkan kecuali kita membangun kemandirian," katanya.

Dalam kesempatan itu, Menko Muhaimin juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji kemungkinan penurunan beban jasa pinjaman yang ditanggung para nasabah PNM agar semakin mendorong produktivitas pelaku usaha mikro, khususnya perempuan.

"Presiden menginginkan agar beban jasa pinjaman bisa semakin ringan. Saat ini masih dalam proses pengkajian. Harapannya, ibu-ibu pelaku usaha semakin produktif, semakin semangat mengembangkan usahanya, dan manfaat program ini semakin besar," ungkapnya.

Ia berharap PNM terus menjaga kualitas programnya agar tetap menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, tetapi juga dari integritas sumber daya manusianya, keberlanjutan kelembagaan, dan kemampuannya bertahan menghadapi berbagai tantangan.

"PNM adalah salah satu program kerakyatan yang visioner, memiliki manfaat nyata, dan telah bertahan selama puluhan tahun. Model seperti inilah yang harus terus kita jaga, kita perkuat, dan kita replikasi agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang berdaya dan mandiri," tutup Menko Muhaimin.

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.