Chusnunia Minta Kemenpar Prioritaskan Program Pariwisata yang Menyentuh Warga

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta Kementrian Pariwisata untuk lebih memprioritaskan pengembangan program-program pariwisata yang substantif dan bersentuhan dengan warga. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementrian Pariwisata, Rabu (17/6/2026).
Chusnunia menilai porsi anggaran Dukungan Manajemen mencapai lebih dari 50% dari total pagu Kementerian Pariwisata, sedangkan Program Pariwisata yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat hanya sekitar 15%. Implikasi akan baanyak program hanya mampu berjalan pada level minimal.
“Kami memahami pentingnya belanja operasional, tetapi kami ingin memperoleh penjelasan mengenai apakah komposisi ini sudah ideal untuk kementerian yang berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan destinasi, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja,”ujarnya.
Selain itu politisi yang akrab disapa Nunik ini juga mengkritisi masalah hilangnya DAK Pariwisata dalam paparan yang disampaikan Kementrian Pariwisata.
“Salah satu poin penting dalam paparan adalah bahwa Pariwisata tidak lagi menjadi bidang penerima DAK Fisik TA 2027, ini merupakan isu yang sangat strategis dimana daerah akan kehilangan instrumen pembiayaan pembangunan destinasi wisata,”ungkapnya.
Lebih lanjut Nunik mencontohkan bagi Lampung, kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena banyak destinasi wisata berkembang masih membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.
“Kami di Komisi VII tentu akan mendorong agar Kementerian Pariwisata bernegosiasi dengan Kementerian Keuangan agar kembali mengusulkan kembali DAK Pariwisata minimal untuk destinasi prioritas dan daerah dengan potensi besar,”tambahnya.
Selain itu Nunik juga meminta agar Kementrian Pariwisata tidak hanya mengejar jumlah event atau banyaknya event.Pengukuran keberhasilan pariwsata harus berbasis dampak ekonomi seperti peningkatan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan UMKM, investasi pariwisata dan kontribusi terhadap PDRB daerah
“Yang perlu kita kejar adalah dampaknya, bukan sekedar jumlah eventnya,” tegasnya.


