BBM Non-Subsidi Naik, Perbaikan Sarana Transportasi Umum Kian Urgen

JAKARTA– Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Irmawan, mendesak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh pada layanan transportasi umum menyusul kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per 18 April 2026. Ia menilai, lonjakan harga energi harus diimbangi dengan ketersediaan moda transportasi publik yang berkualitas, terjangkau, dan nyaman sebagai alternatif mobilitas masyarakat.
Irmawan memperingatkan bahwa tanpa perbaikan layanan transportasi, kenaikan harga BBM akan memicu efek domino yang menekan daya beli masyarakat akibat membengkaknya biaya transportasi dan logistik. Perbaikan sistem transportasi umum dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan inflasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Kenaikan harga BBM harus dibarengi dengan upaya konkret pemerintah untuk memperbaiki transportasi umum. Masyarakat butuh pilihan mobilitas yang lebih hemat biaya dan energi. Selama ini masalah kemacetan dan ketidaknyamanan belum terurai,” ujar Irmawan di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Legislator asal Aceh ini menyoroti bahwa antusiasme masyarakat menggunakan transportasi umum cukup tinggi, terbukti dengan capaian 112 juta penumpang di Jakarta sepanjang triwulan pertama 2026. Namun, tingginya volume pengguna ini belum dibarengi dengan kualitas fasilitas yang memadai. Irmawan mengkritisi masih adanya infrastruktur penunjang yang tidak layak, seperti halte yang bocor saat hujan serta kepadatan yang tidak manusiawi di moda commuter line.
“Contohnya halte Pancoran yang terhubung dengan Stasiun LRT; saat hujan atapnya bocor, penumpang kehujanan. Ditambah desak-desakan di commuter line. Ini menunjukkan bahwa perbaikan sarana dan prasarana kita belum merata dan belum menjamin kenyamanan,” tegasnya.
Irmawan menekankan bahwa pembenahan transportasi tidak boleh sebatas pada pembangunan fisik, tetapi harus mencakup kenyamanan, keselamatan, dan integrasi antarmoda yang lebih rapi. Ia optimistis, jika pemerintah serius melakukan perbaikan menyeluruh, minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi akan meningkat signifikan, yang pada akhirnya dapat menekan konsumsi BBM nasional secara nasional.
“Jika transportasi umum kita semakin baik, masyarakat tidak lagi terpaksa bergantung pada kendaraan pribadi. Dampaknya bukan hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah gejolak harga energi,” pungkasnya.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


