Sesepuh Buntet Pesantren Wafat, Maman Imanul Haq: Sosok Ulama Rendah Hati

JAKARTA-Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanul Haq menyampaikan duta cita mendalam atas wafatnya sesepuh Pondok Bunten Pesantren, KH Hasanuddin Kriyani di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, Rabu (12/8/2026).
KH Hasanuddin Kriyani, atau yang akrab disapa Abah Hasan, dianggap sebagai sosok ulama untuk semua. Abah Hasan juga adalah sosok murobbi yang rendah hati, hangat dan penuh kasih.
"Innalillahi wa Inna illaihi rajin. Kami semua sangat berduka atas meninggalnya Abah Hasan. Kepergian Abah Hasan adalah kepergian seorang ulama yang rendah hati, hangat dan penuh kasih," ucap pria yang akrab disapa Kiai Maman ini di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Abah Hasan adalah sahabat perjuangan ayahanda Kiai Maman yakni KH Abdurrochim. Keduanya adalah sahabat perjuangan semasa di PMII. "Setiap kali kami ke Buntet, kami selalu memprioritaskan berkunjung ke Buntet untuk sowan ke Abah Hasan. Abah Hasan bahkan berkenan hadir saat resepsi pernikahan anak kami," ucapnya.
Abah Hasan dipilih Masyayikh Sesepuh Pondok Buntet Pesantren melanjutkan kepemimpinan KH Adib Rofiuddin Izza yang wafat pada 1 Juni 2026. Almarhum sejak muda aktif di dunia pesantren dan pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon. Abah Hasan baru terpilih sebagai Ketua Dewan Pembina atau Dewan Sepuh Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pondok Buntet Pesantren pada Juli 2026.
Abah Hasan rencananya akan dimakamkan pada hari Kamis (13/8/2026) di Komplek Pemakaman Buntet Pesantren.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


