Pemerintah Diminta Perhatikan Pesantren yang Berjuang untuk Mendirikan Bangsa Ini

MEDAN – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ashari Tambunan, mendorong pemerintah agar membantu revitalisasi Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, melalui dukungan dana APBN.
Hal itu disampaikan Ashari usai menghadiri acara silaturahmi bersama ulama, tokoh masyarakat, dan pejabat Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara di Medan, Minggu (13/10/2025).
Menurut mantan Ketua PWNU Sumatera Utara tersebut, keterlibatan negara dalam membantu pembangunan dan revitalisasi infrastruktur pesantren merupakan bentuk tanggung jawab moral dan historis. Terutama bagi pesantren yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan karakter bangsa.
“Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo ini berdiri bahkan sebelum Indonesia merdeka. Perannya dalam melahirkan santri-santri pejuang kemerdekaan sangat luar biasa. Karena itu, menurut saya, sangat tepat jika pemerintah menggunakan APBN untuk merevitalisasi pesantren ini,” tegas Ashari.
Bupati Deli Serdang dua periode ini menilai, banyak pesantren di Indonesia yang berakar dari perjuangan kemerdekaan dan masih terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis moral dan religiusitas. Oleh karena itu, pemerintah perlu memiliki kebijakan afirmatif bagi pesantren yang memiliki nilai kesejarahan tersebut.
“Pesantren-pesantren yang turut membangun republik ini sudah semestinya mendapat perhatian negara. Mereka telah berjuang di masa lalu, dan kini terus berperan membangun intelektual anak bangsa yang berakhlak mulia dan berdaya saing,” ujarnya.
Terkait munculnya sebagian pandangan di DPR yang menolak penggunaan APBN untuk revitalisasi pesantren Al-Khoziny, Ashari menilai hal tersebut bagian dari dinamika demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan publik juga perlu dilihat dari perspektif historis dan kontribusi pesantren terhadap bangsa.
“Perbedaan pandangan itu wajar, tapi mari kita lihat dengan kacamata sejarah. Pesantren seperti Al-Khoziny bukan sekadar lembaga pendidikan agama, melainkan benteng moral dan sejarah perjuangan bangsa ini,” pungkasnya.


