|  | 

Berita Nasional

Rapat RUU Pemilu Sempat Tertunda, Lukman Edy Berharap Pansus dan Pemerintah Dapat Titik Temu

JAKARTA – Rapat pengambilan keputusan oleh Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) dan Kementerian Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo kembali dilaksanakan setelah bebrapa kali tertunda. Rapat yang sedianya dilaksanakan Selasa 13/6 kemarin akhirnya dituda hari ini karena pihak pemerintah tidak hadir.

Begitupun hari ini, Rapat yang dijadwalkan dilaksanakan jam 10.00 WIB akhirnya ditunda hngga jam 14.00 WIB. Ketua Pansus Pemilu, Lukman Edy menyebutkan hal ini dilakukan untuk melakukan lobi-lobi antara Pansus dan Pemerintah.

“Kita di ruangan melakukan lobi-lobi. Mudah-mudahan menemukan satu titik temu, satu paketlah gitu ya,” ujar Lukman Edy di komplek Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 14/6.

Menurutnya, jika memang akhirnya ditemukan satu paket titik temu, nantinya seluruh fraksi akan diwakili oleh satu jubir saja. Jubir tersebut, nantinya akan bicara secara formal soal keputusan di RUU Pemilu.

“Kalau begitu, sudah langsung bisa kita sahkan. Kalau memang itu yang terjadi, itu skenario terbaik,” tambah politikus PKB itu.

Lukman menambahkan, secara teoritis seharusnya fraksi-fraksi sudah menemukan tawaran titik temu. Tinggal kita menunggu para pimpinan-pimpinan fraksi hadir di ruangan, jelasnya. Menurutnya, jika sudah tidak terdapat perbedaan antar fraksi, maka keputusan sudah bisa diambil.

Namun, Lukman menuturkan, pihaknya tidak bisa memberikan jaminan bahwa 5 isu krusial ini akan selesai di pansus. Jika Pansus deadlock, maka RUU pemilu akan divoting di rapat paripurna yang akan dilaksanaan Senin depan.

Ada 5 isu penting yang dibahas dalam RUU Pemilu yang membuat antara partai politik dan pemerintah tidak bisa mencapai kesepakatan hingga saat ini. Poin-poin ini penting karena menyangkut nasib parpol di 2019.  5 isu tersebut adalah Sebagai berikut:

  1. Parliamentary Treshold

Yaitu jumlah suara yang harus dipenuhi partai politik dalam pemilu legislatif 2019 untuk duduk di parlemen. Dalam ketentuan sebelumnya, ambang batasnya 3,5 persen suara dari total suara sah nasional. Namun usul lain 4 dan 5 persen.

  1. Presidential Treshold

Yaitu batas minimal suara partai politik atau gabungan partai politik untuk mengusulkan calon presiden dan wakil presiden. Ketentuan sebelumnya, sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR, atau 25 persen dari suara sah nasional. Usul lain PT diturunkan jadi 10-15 persen atau dihapus.

  1. Dapil Magnitude

Yaitu alokasi kursi untuk setiap daerah pemilihan.  Usulannya 3-8 atau 3-10 kursi tiap dapil.

  1. Sistem Pemilu

Yaitu metode pemungutan suara dalam menentukan calon anggota legislatif di Pileg 2019. Sistem terbuka adalah pemilih memilih caleg secara langsung. Sistem tertutup berarti pemilih hanya mencoblos lambang partai politik, sementara caleg ditentukan oleh parpol. Sistem terbuka terbatas pemilih memilih gambar partai dengan daftar nama calon legislatif terbuka, namun urutan calon legislatif ditentukan oleh partai.

  1. Metoda Konversi Suara

Yaitu cara menghitung jumlah perolehan suara di daerah pemilihan untuk dikonversi menjadi jumlah kursi. Usulannya Sainta Lague Murni atau Quota Harre.[]

Related Articles

  • Hi. Latifah Shohib Terima Kunjungan Mendikbud di Ponpes Denanyar

    Hi. Latifah Shohib Terima Kunjungan Mendikbud di Ponpes Denanyar

      JOMBANG – Anggota Komisi X FPKB DPR RI Hj. Lathifah Shohib sambut baik kunjungan Mendikbud Muhajir Effendy di Pondok Pesantren (PP) Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Rabu 27/6. “Kami tentu bangga kedatangan pak Menteri, semoga silaturahim ini membawa berkah bagi perkembangan Pondok Pesantren, khususnya Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, ” ungkap Hj Lathifah Shohib yang juga

  • PKB kembali melaksanakan Mudik Bareng 2017

    PKB kembali melaksanakan Mudik Bareng 2017

    JAKARTA – Menjelang Idul Fitri tahun 2017 ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali mengadakan Mudik Bareng PKB 2017. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, H. Syaifullah Maksum menuturkan, mudik ini merupakan agenda rutin PKB yang sudah dilaksanakan 8 kali. “PKB melaksanakan mudik bersama bukan hanya saat ini karena mau pilkada, namun, sudah dari 2009 yang

  • Maman: Khazanah Pesantren Menjadi Benteng Indonesia dari Paham Ekstrimis

    Maman: Khazanah Pesantren Menjadi Benteng Indonesia dari Paham Ekstrimis

    MAJALENGKA – Khazanah keilmuan pesantren telah terbukti menjadi benteng terkokoh dalam menjaga NKRI dari pemahaman keagamaan yang eksklusif dan ekstremis. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), KH. Maman Imanulhaq didepan ratusan kiai dan santri dari Karawang, Purwakarta, Subang, Sumedang dan Majalengka, saat pidato acara Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) yang diselenggarakan

  • Peduli Warga Miskin, PKB Gelar Pasar Murah di Demak

    Peduli Warga Miskin, PKB Gelar Pasar Murah di Demak

      DEMAK – Antusias masyarakat begitu luar biasa atas acara pasar murah yang diselenggarakan oleh PKB tak terkecuali di Demak. tidak kurang 1000 paket sembako yang disediakan panitia habis dalam waktu kurang dari 2 jam. Wakil Sekjend DPP PKB Drs H Fathan Subchi mengatakan harga kebutuhan bahan pokok menjelang lebaran mengalami peningkatan, oleh sebab itu

  • Belum Ada Kesepakatan, Pansus RUU Pemilu Tunda Rapat Hari Senin Mendatang

    Belum Ada Kesepakatan, Pansus RUU Pemilu Tunda Rapat Hari Senin Mendatang

    JAKARTA – Panitia khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) dan Pemerintah kembali menunda Rapat Pengambilan Keputusan RUU tersebut hingga hari Senin 19/6. Ketua Pansus Pemilu, Lukman Edy mengatakan, Rapat tersebut dengan agenda pengambilan keputusan tingkat I. “Kita sepakat hari Senin kita lanjutkan rapat ini untuk pengambilan keputusan tingkat I pukul 14.00 WIB,” terang

Kata Mutiara

“Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin” --- Gusdur