|  | 

Profil Anggota

JAZILUL FAWAID, SQ. MA

kkakala

JF (PKBTV-doc)

Daerah pemilihan Jawa Timur X

Sekilas dari raut mukanya ia nampak mudah dikenali lewat kumis tebal yang menghias di atas bibirnya. Mimik wajahnya terlihat kalem, berpostur tinggi dan tegap. Sosok yang mencerminkan kepribadian tegas dan berpendirian.

Ia adalah Jazilul Fawaid, SQ. MA, putra desa kelahiran Daun Timur Sangkapura, Bawean, Gresik. Meski lahir di Bawean, status ayahnya sebagai guru agama Pegawai Negeri Sipil, membawa masa kecil Jazilul Fawaid ikut serta ayahnya pindah ke desa Sidorukun Kertosono, Sidayu, Gresik. Di sanalah ia dibesarkan dalam lingkungan yang taat beragama dan ketat dalam pendidikan.

Masa remaja Jazil muda banyak dihabiskan di pesantren Ihyaul ‘Ulum, dibawah asuhan almarhum KH. Ma’sum Sofyan. Dalam dunia pesatren itulah ia banyak mengenyam ilmu salaf sekaligus pendidikan formal dalam satu waktu.

Setamatnya dari Madrasah Aliyah Ihyaul ‘Ulum yang sekarang diasuh oleh KH. Machfud Ma’sum, pengasuh pesantren sekaligus Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik, Jazil muda melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) di Jakarta. Setelah menyelesaikan S1-nya dan menyemat gelar SQ (sarjana Quran) ia pun melanjutkan studinya hingga rampung program magister dengan judul tesisnya “Bahasa Politik Al-Quran: Konsep dan Aktualisasinya dalam Sejarah”.

Bersamaan dengan kesibukannya dalam pendidikan, Jazilul Fawaid atau yang akrab disapa Cak Jazil, adalah aktifis yang banyak dikenal di jaringan aktifis pergerakan. Berbagai jabatan telah strategis pun pernah ia pangku. Mulai Ketua Komisariat PMII Kebayoran Lama, Ketua Cabang PMII Jakarta Selatan sampai Kordinator Departemen di PB PMII.

Tidak hanya itu, suami dari Chalimatus Sa’diyah ini juga tercatat aktif dalam organisasi kemasyarakatan pemuda Indonesia yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama yaitu Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor).

Bapak dari empat anak ini adalah sosok yang tak kenal lelah. Berbagai kegiatan baik dunia organisasi kepemudaan dan kepartaian ia jalani penuh semangat. Namun demikian, lembarab-lembaran kehidupan Cak Jazil sebenarnya banyak dipenuhi warna dunia pendidikan. Di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Cak Jazil dipercaya sebagai ketua jurusan sekaligus dosen sampai sekarang. Hingga saat ini di PBNU ia juga dipercaya sebagai Dewan Pembina Pengurus Pusat Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama masa khidmat 2010-2015.

Keseriusan Cak Jazil dalam terjun di dunia politik dimulai sejak berada di DPR menjadi Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR Bidang Industri Perdagangan dan Pembangunan. Dengan niat pengabdian untuk bangsa dan Negara, Cak Jazil pun mempersembahkan perjalanan karir poltitiknya melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dikomandoi oleh Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar. Bersama PKB, Cak Jazil maju menjadi anggota legislative dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur X yang meliputi Gresik dan Lamongan..

Berbekal segudang pengalaman lapangan dan teguhnya niat perjuangan, cita-cita politik Cak Jazil akhir terwujudkan. Pada maret 2013, Cak Jazil dilantik menjadi anggota DPR RI dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Fraksi PKB.

Kini pada pemilu legislative 2014, Cak Jazil kembali diamanihi masyarakat daerah pemilihan Jawa Timur X, menjadi anggota DPR RI.

Di DPR, Cak Jazil ditempatkan di Komisi V yang membidangi perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan perdesaan dan kawasan tertinggal, serta meteorologi, klimatologi dan geofisika. Selain menjadi anggota Komisi V, Cak Jazil juga ditugaskan menjadi Pimpinan Badan Anggaran (BANGGAR) dan Sekretaris Fraksi PKB DPR RI.

Cak Jazil adalah satu dari sekian banyak kisah sukses anak desa yang hanya bermodal kegigihan, kerja keras, dan semangat dalam mengimlementasikan niat perjuangannya. Karena baginya, hidup itu seperti sabda Nabi “Khoirunnas ‘Anfa’uhum Linnas” (sebaik-baik manusia adalah dia yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya).

Related Articles