|  | 

Berita Nasional

Cegah ISIS, Persenjatai Dengan Hubbul Wathon

Maman Imanulhaq, FPKB Komisi VIII - google

Maman Imanulhaq, FPKB Komisi VIII - google

JAKARTA – Negara Islam Irak-Suriah (ISIS) terus mengembangkan rekrutmentnya sampai ke Indonesia. Di tanah air, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan ISIS terus bertumbuhan. Mengantisipasi hal itu, menurut Maman Imanulhaq, masyarakat kita perlu dibentengi dengan hubul wathon (cinta tanah air/nasionalisme-red) yang kuat. “Hubul wathon atau cinta tanah air bisa jadi senjata perangi masuknya faham radikalisme, terutama ISIS,” ungkap Kang Maman yang juga anggota Komisi VIII DPR di Senayan, rabu 22 april 2015.

Maman Imanulhaq menggambarkan, Indonesia memang terdiri dari varian agama, adat, dan kebudayaan. Namun, justru pemahaman cinta tanah air yang berbeda-beda tersebut membuat rasa rasa nasionalisme muncul untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, sesuai dengan agama masing-masing.

"Agama dan keyakinan itu bisa menjadi transformasi dalam mewujudkan perdamainan dan itulah yang dinamakan Indonesia. Saat Islam menjadi yang terbesar di Indonesia sekarang, kehidupan beragama bisa menjadi harmonis dan bisa berdampingan satu sama lain. Jika hal itu ditanamkan dan diperkuat, saya yakin faham-faham radikalisme akan sulit masuk ke negara kita," ungkapnya.

Lanjut Maman, penanaman hubul wathon yang tidak maksimal menjadi benturan dengan masuknya faham-faham transnasional sperti ISIS. Maka langkah terpenting adalah pada upaya pencegahan.“Faham transnasional seperti ISIS harus dilawan dengan rasa nasionalisme yang tinggi. Kita mengatakan Islam Indonesia, Kristen Indonesia, tetapi kita sepakat dengan identitas masing-masing sehingga toleransi berjalan dengan baik dan bisa berpikir moderat dalam memahami perbedaan," imbuhnya.

Selain hal diatas, Maman juga menambahkan, upaya pencegahan merebaknya faham ISIS di Indonesia juga harus dibarengi dengan kebijakan dari para eksekutif. Pun, Maman menggarisbawahi bagaimana kebijakan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat berjalan efektif. "Kemiskinan dan kebodohan membuat orang mau bergabung dengan kelompok radikal ekstrim. Orang yang menghitung materi akan hilang ketika ia mencintai Indonesia. Caranya, buat kepastian hukum, hilangkan korupsi, dan sejahterakan masyarakat Indonesia. Ini menjadi tugas berat kita bersama, terutama pemerintah Republik Indonesia," tandas Maman.(eR2)

Related Articles

Kata Mutiara

“Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin” --- Gusdur