|  | 

Berita Nasional

Hasil Panen Bisa Berton-ton, DJ Promo Tanam Padi Hazton

SUBANG - Dalam melakukan kunjungan spesifik ke Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di desa Sukamandi, Subang, Jawa Barat, DJ mempromosikan pola tanam padi hazton. Daniel Johan atau  DJ yang memang sudah lama kesemsem dengan pola tanam hazton mengatakan, metode tanam ini sangat tepat diterapkan untuk mewujudkan kesejahteraan petani.

Menurut DJ yang juga anggota komisi IV DPR, pola tanam padi hoztan dapat menjadi terobosan untuk pemerintah dalam mewujudkan visi kedaulatan pangan."Dengan visi pemerintah tentang kedaulatan dan ketahanan pangan, kita butuh terobosan dari pemerintah. Pola tanam hazton merupakan salah satu terobosan," terang DJ yang juga anggota F-PKB, Subang, rabu 22 april 2015.

Pola tanam hazton adalah cara tanam padi dengan cara bibit yang ingin ditanam tidak dibagi-bagi dan langsung ditanam hingga mencapai 20-25 tanaman. Selain itu, sistem pencabutannya dari tempat pembibitan juga harus hati-hati agar akarnya tidak banyak putus.

DJ menjelaskan, pola tanam ini bisa dipakai untuk semua varietas dan bisa tumbuh baik meski di lahan basah maupun kering. Padi akan masak serentak hingga akan memudahkan petani karena tidak memanen hingga dua kali. Selain itu, lanjut DJ, produksi gabah petani pun bisa meningkat.

"Saya melihat sejauh ini, pola tanam hazton di Subang sudah berjalan baik dan mampu menghasilkan gabah yang biasanya hanya 4-5 ton/hektar, dengan pola tanam Hazton itu menghasilkan gabah sampai 8-9 ton/hektar," imbuh Daniel

Dengan menghasilkan 9 ton gabah/hektar, menurut perhitungan DJ, tentu hal ini juga akan memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi petani."kalau harga gabah per kilonya Rp3.000-Rp4.000 dengan luas lahan, tenaga kerja dan biaya yang sama, petani bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp15 juta dari kenaikan produksi gabah yang mencapai 9 ton/hektarnya," kata DJ antusias.

Selain pola tanam hazton, Daniel juga mengapresiasi dengan pengadaan bibit padi yang dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Subang. Bahkan, bibit yang dihasilkan menjadi rujukan bagi dunia seperti Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) yang berpusat di Philipina.

"Saya kagum dengan litbang di Sukamandi, yang sudah menghasilkan bibit unggul dan menjadi rujukan dunia. Bibit unggul yang dihasilkan itu bisa diberikan kepada petani sehingga petani tidak menanam lagi bibit biasa, tapi bibit premium," tukas Daniel. (eR2)

Related Articles

Kata Mutiara

“Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin” --- Gusdur