Lepas Fathan Subchi, Ketum DPP PKB : Sahabat Perjuangan Kebanggaan Kita

JAKARTA- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Fathan Subchi. Bagi Muhaimin, almarhum bukan sekadar kader terbaik PKB, tetapi juga teman seperjuangan yang telah melalui perjalanan panjang dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
"Kehilangan ini terasa begitu berat. Sulit rasanya menerima kenyataan bahwa sahabat yang selama ini bersama kita dalam perjalanan pengabdian, kini telah mendahului kita menghadap Allah SWT. Ada duka yang mendalam, ada kenangan yang akan selalu tinggal, dan ada doa yang tidak akan pernah putus untuk beliau," ujar Muhaimin Iskandar, saat memberikan sambutan dalam penghormatan Jenazah Almarhum Fathan Subchi, di Kantor BPK, Kamis (29/10/2026) malam.
Muhaimin mengatakan, dirinya mendapat amanah mewakili keluarga besar almarhum untuk menyambut kepulangan jenazah Fathan Subchi dari Moskow, Rusia, ke Tanah Air. Momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat mengharukan sekaligus meninggalkan kesedihan mendalam bagi dirinya dan keluarga besar PKB.
Ia mengenang Fathan sebagai sosok yang memulai perjalanan pengabdiannya dari lingkungan masyarakat biasa hingga mendapatkan kesempatan mengemban berbagai amanah penting di tingkat nasional. Menurutnya, perjalanan tersebut merupakan nikmat sekaligus tanggung jawab besar yang harus disyukuri.
"Kami ini orang-orang dari kampung yang diberi kesempatan merantau ke Jakarta. Kemudian Allah memberikan kesempatan dan amanah untuk mengabdi di tingkat yang lebih tinggi, sebagai anggota legislatif, bahkan sebagai anggota BPK. Tentu ini merupakan nikmat yang luar biasa sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan," tuturnya.
Muhaimin menegaskan, Fathan Subchi merupakan salah satu sahabat perjuangan yang membanggakan. Berbagai pengalaman pengabdian yang telah dilalui almarhum, baik di organisasi kemahasiswaan, politik, parlemen maupun lembaga negara, menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar PKB, sahabat, dan masyarakat untuk mendoakan almarhum. Ia berharap seluruh perjuangan, pengabdian, dan amal kebaikan Fathan selama hidupnya diterima sebagai amal ibadah oleh Allah SWT.
"Kami meyakini, insyaallah, almarhum termasuk golongan syuhada apabila kepergiannya diniatkan dan dijalani dalam perjuangan di jalan Allah SWT. Kami berdoa semoga seluruh pengabdian dan amal kebaikannya menjadi bekal terbaik ketika menghadap Sang Pencipta," ungkapnya.
Muhaimin juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan keluarga besar BPK, keluarga besar PKB, Kementerian Luar Negeri, jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow dan Ankara, serta seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah almarhum ke Indonesia.
Menurutnya, perhatian dan bantuan berbagai pihak tersebut sangat berarti bagi keluarga yang tengah menghadapi masa duka.
"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan membantu kepulangan almarhum. Kepedulian ini sangat berarti bagi keluarga besar yang sedang berduka," katanya.
Muhaimin meyakini bahwa setiap manusia memiliki batas waktu kehidupan yang telah ditetapkan Allah SWT. Ia berharap kepergian Fathan Subchi merupakan bagian dari takdir terbaik yang telah digariskan oleh Sang Pencipta.
"Insyaallah, almarhum berpulang dalam keadaan sedang berjuang dan sebagai seorang musafir. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, serta melapangkan tempat peristirahatannya. Semoga beliau wafat dalam keadaan husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," tuturnya.
Sebagai sahabat seperjuangan, Muhaimin juga menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT.
"Fathan adalah kebanggaan kita. Semoga Allah SWT meringankan segala urusannya, menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosanya, dan menempatkannya dalam pelukan kasih sayang-Nya. Al-Fatihah," pungkas Muhaimin.
Fathan Subchi merupakan tokoh yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan politik. Ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII).
Di lingkungan PMII, Fathan juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Pengurus Besar PMII periode 1994–1997. Perjalanan organisasinya kemudian berlanjut ke dunia politik dan pemerintahan.
Fathan tercatat menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi PKB selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Sebelum wafat, ia mengemban amanah sebagai Anggota VI BPK RI periode 2024–2029. Ia juga pernah dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja pada 2013–2014.
Fathan Subchi wafat di Moskow, Rusia, pada Ahad (25/10/2026). Jenasah akan dimakamkan di Demak, Jawa Tengah pada Jumat (30/10/2026). Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan seperjuangan yang selama ini mengenal serta bekerja bersama almarhum.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


