|  | 

Berita Nasional

SDM di Bidang STEM Rendah, Waka Komisi X : Anggaran Pendidikan Harus Dinaikkan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani menyoroti rendahnya jumlah sumber daya manusia (SDM) Indonesia di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Pemerintah harus bekerja keras melakukan peningkatan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul data yang diungkapkan Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini, yang menyebutkan bahwa jumlah talenta STEM di Indonesia saat ini masih kurang dari 20 persen. Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju yang telah memiliki talenta STEM di atas 30 hingga 40 persen.

Lalu Hadrian Irfani, yang akrab disapa Lalu Ari, menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena ketersediaan talenta STEM merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin pesat.

"Harus dicari secara mendalam apa yang menjadi penyebab rendahnya SDM Indonesia di bidang STEM. Setelah itu, pemerintah perlu merumuskan langkah-langkah strategis dan terukur untuk meningkatkan jumlah serta kualitas talenta STEM di Indonesia," ujar Lalu Ari.

Dia meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melakukan pembahasan secara serius untuk merumuskan strategi peningkatan talenta (STEM) di Indonesia.

"Salah satunya terkait kebutuhan anggaran dalam peningkatan pendidikan STEM. Untuk mengembangkan pendidikan STEM dibutuhkan anggaran besar. Maka, ke depannya anggaran pendidikan harus dinaikkan," bebernya.

Menurut Ketua DPW PKB NTB itu, penguatan pendidikan STEM harus menjadi salah satu prioritas nasional agar Indonesia mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.

"Pemerintah harus betul-betul fokus meningkatkan talenta di bidang STEM sehingga kualitas pendidikan Indonesia akan semakin maju dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional," tegasnya.

Meski demikian, Lalu Ari mengingatkan bahwa pengembangan SDM tidak boleh hanya berfokus pada bidang STEM semata. Pemerintah juga perlu memberikan perhatian yang sama terhadap penguatan SDM di bidang sosial dan humaniora (Soshum).

"Tentu pemerintah juga harus terus meningkatkan kualitas SDM di bidang sosial humaniora. STEM dan Soshum harus sama-sama diperkuat dan ditingkatkan agar pendidikan Indonesia berkembang secara seimbang dan mampu melahirkan generasi yang kompeten di berbagai bidang," katanya.

Komisi X DPR RI, lanjut Lalu Ari, akan terus mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara menyeluruh, baik di bidang STEM maupun sosial humaniora, demi mendukung kemajuan bangsa dan daya saing Indonesia di tingkat global.

Penulis: Khafidlul Ulum

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.