Fit and Proper Test Anggota DEN, Ratna Juwita Sari Dorong DEN Jadi Arsitek Energi Bersih

JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ratna Juwita Sari, menegaskan pentingnya peran strategis Dewan Energi Nasional (DEN) sebagai arsitek energi nasional sekaligus konduktor energi bersih pada periode 2026–2030. Hal ini disampaikan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Anggota DEN di Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Ia menyampaikan selama ini Komisi XII berharap DEN dapat berfungsi sebagai lembaga yang super power, kuat, independen, dan menjaga arah kebijakan energi nasional. Namun harapan tersebut dinilai masih jauh dari ideal.
“Kami ingin DEN periode 2026–2030 mampu mewujudkan harapan itu. Tidak hanya menjadi arsitektur energi nasional, tetapi juga arsitektur sekaligus konduktor energi bersih. Kata ‘bersih’ ini penting, karena transisi energi adalah sebuah keniscayaan,” jelas Ratna.
Ratna juga menekankan pentingnya prinsip clean and clear energy, energi terbarukan, serta keberlanjutan sebagai fondasi kebijakan energi nasional ke depan. Ia mendorong agar DEN memberikan standar yang jelas mengenai keberpihakan anggaran pemerintah terhadap pengembangan energi bersih, sehingga kebutuhan roadmap dan legal spending terkait transisi energi memiliki arah yang kuat dan terukur.
“DEN harus terlibat dalam setiap kebijakan dan setiap desain pembiayaan untuk roadmap energi bersih nasional. Ini momentum bagi kita untuk menuju ketahanan energi yang merata dan berkeadilan, sesuai harapan Presiden Republik Indonesia,” katanya.
Ratna menegaskan, setelah para kandidat terpilih, visi dan misi personal tidak lagi berdiri sendiri, tetapi akan dirumuskan menjadi satu kesepakatan lembaga yang solid dan berorientasi pada pembangunan energi nasional. Karena itu, ia menitipkan pesan agar anggota DEN yang terpilih tidak ragu menjalankan fungsi utama lembaga. “Saya ingin mengingatkan, tolong jangan segan memberikan nasihat kepada Presiden. Itu adalah tugas dan fungsi utama Dewan Energi Nasional. Jangan sampai fungsi penting ini terabaikan,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Ratna memberikan apresiasi atas paparan para kandidat, termasuk kehadiran dua perempuan calon anggota DEN yang menurutnya memberi warna dan representasi penting dalam sektor energi. “Kehadiran perempuan dalam kepemimpinan energi ini patut diapresiasi. Meski jumlahnya masih kecil, tapi keterwakilan ini harus menjadi dorongan agar perempuan semakin berperan dalam menentukan arah energi nasional,” ujarnya.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


