Chusnunia Dorong Kota-Kota Kembangkan Urban Tourism

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI mendorong kota-kota di Indoensia untuk terus mengembangkan potensi wisata urban tourism. Hal tersebut disampaikannya usai mengunjungi Kawasan Kota Tua Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Chusnunia menilai tidak semua daerah diberkahi oleh potensi alam yang indah seperti wilayah-wilayah perkotaan. Meski demikian kreatifitas daerah untuk mengembangkan wisata tak boleh menyerah dan urban tourism menjadi salah satu alternatifnya yang mulai berkembang pesat sebagai motor ekonomi alternatif.
Politisi yang akrab disapa Nunik menjelaskan urban tourism di Indonesia mencakup berbagai aktivitas di lingkungan kota—seperti wisata sejarah, budaya, belanja, kuliner, seni, hingga MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).
“Seperti di daerah asa saya Lampung, Kota Bandar lampung dan Metro memiliki potensi untuk mengembangkan urban tourism, dimana sejarah, heritage hingga kuliner tersedia dan menjadi daya tarik tersendiri,’ungkapnya
Meski demikian Nunik tidak memungkiri bahwa penguatan konsep urban tourism perlu didukung perencanaan terpadu, termasuk peran pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan dan mendorong sinergi antar daerah.
“Penguatan kolaborasi dan perencanaan yang terarah, ia mengharapkan urban tourism dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata nasional,”tambahnya.
Lebih lanjut Nunik menjelaskan bahwa kita bisa belajar dari beberapa kota destinasi urban dunia seperti New York, London, Tokyo, Paris dan Dubai. Fitur utama daya tarik wisatanya adalah bangunan bersejarah, pusat perbelanjaan, pusat kegiatan perdagangan & wisata bisnis, beraneka ragam kuliner, konser, pameran seni global serta pusat berbagai hiburan.
“Dalam konteks kota global dan urban tourism daya tarik wisata sering dijadikan tolak ukur dalam penilaian bersama dengan penilaian infrastruktur, konektifitas, peran bisnis, tingkat keberlanjutan dan kontribusi kebudayaan,” pungkasnya


