|  | 

Berita Nasional

PKB Kecam Penembakan Warga Sipil di Yahukimo, Minta Pelaku Diusut Tuntas

JAKARTA — Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion, mengecam keras aksi penembakan yang menewaskan tiga warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Peristiwa yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip kemanusiaan.

Mafirion menegaskan, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memberikan rasa aman dan melindungi seluruh warganya dari ancaman teror, terutama di wilayah rawan konflik.

"Kami mengecam keras penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata OPM kepada tiga warga sipil. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan," ujar Mafirion dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Mafirion mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas untuk menangkap seluruh pelaku serta memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, penegakan hukum di lapangan harus berjalan profesional, proporsional, dan akuntabel tanpa memicu timbulnya korban sipil baru.

"Negara tidak boleh kalah oleh teror dan kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat Papua. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata," tegas legislator asal PKB tersebut.

Lebih lanjut, Mafirion menyoroti konflik berkepanjangan di Tanah Papua yang terus mengorbankan masyarakat tak berdosa. Ia menekankan bahwa penanganan persoalan di Papua tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan keamanan semata, melainkan butuh strategi komprehensif yang melibatkan dialog konstruktif dan pemerataan pembangunan.

"Mau sampai kapan konflik yang menyebabkan warga sipil sebagai korban akan terus-menerus terjadi? Kekerasan ini harus dihentikan karena hanya memperpanjang penderitaan masyarakat Papua dan menghambat pembangunan," katanya.

Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah terus memperkuat kehadiran negara melalui pelayanan publik, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di Papua.

Insiden berdarah itu sendiri terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (20/7/2026). Penembakan yang mengorbankan tiga nyawa warga sipil tersebut sempat terekam dalam video dan beredar luas di media sosial.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.