|  | 

Berita Nasional

Sampaikan Duka Atas Wafatnya Abah Hasyim, Kang Cucun: Semoga Kita Jadi Penerus Perjuangannya

 

JAKARTA – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) menyatakan rasa duka dan bela sungkawa atas meninggalnya KH. Hasyim Muzadi. Menurut Sekretaris FPKB, H. Cucun Ahmad Syamsurijal, salah satu tokoh bangsa dan juga mantan Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi yang dikabarkan tutup usia pagi tadi adalah duka bangsa Indonesia.

“Kami turut berbela sungkawa atas wafatnya Abah Hasyim (sapaan KH. Hasyim Muzadi). Beliau adalah tokoh bangsa yang telah banyak berbuat untuk negara ini,” ucap Haji Cucun, di Gedung DPR Senayan, Jakarta.

Haji Cucun berpendapat, KH. Hasyim Muzadi, adalah satu dari pilar bangsa yang konsisten menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Berpulangnya beliau harus menjadi hikmah di tengah kondisi keutuhan bangsa yang mulai pudar.

Atas nama FPKB, Haji Cucun pun menyampaikan doa, semoga almaghfurlah khusnul khotimah dan diterima di sisi Allah swt.

“Pilar-pilar bangsa yang sangat berpengaruh dan istiqomah menjaga NKRI telah banyak berpulang di tengah kondisi bangsa seperti ini. Dengan kepergian Abah Hasyim, semoga kita menjadi penerus dan penjaga dari langkah pemikiran dan perjuangan yang telah dilakukannya semasa hidup.”

“Kita juga berdoa, semoga beliau husnul khotimah dan diterima segala amal baiknya oleh Allah,” tutupnya.

Related Articles

  • Bisri Romli Dorong Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Lokal

    Bisri Romli Dorong Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Lokal

      PEKALONGAN – Anggota Fraksi PKB DPR RI, Bisri Romly mendorong terwujudnya daerah mandiri dengan mewujudkan kedaulatan pangan dan ekonomi lokal. Pasalnya, hal tersebut juga diamanatkan dalam empat pilar kebangsaan dengan istilah kedaulatan rakyat. “Kalau dalam empat pilar kebangsaan ada istilah kedaulatan rakyat. Maka kedaulatan pangan atau kedaulatan ekonomi lokal bisa didorong agar daerah mandiri,”

  • PKB Akan Menggelar Silatutahim Kebangsaan

    PKB Akan Menggelar Silatutahim Kebangsaan

    JAKARTA –PKB berharap semua elemen di Jakarta bersatu kembali setelah hiruk piruk Pilgub DKI usai. Untuk itu, PKB bermaksud menggelar silaturahim kebangsaan sebagai bentuk rekonsiliasi yang diinisiasi oleh ketua umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Daniel Johan mengatakan, Cak Imin akan mendorong silaturahim kebangsaan. Hal ini akan dilaksanakan dengan

  • Sekjend PKB: Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Harus Terpenuhi

    Sekjend PKB: Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Harus Terpenuhi

    MAGELANG – Ketua Fraksi PKB MPR RI, Abdul Kadir Karding mendorong kuota 30 persen keterwakilan perempuan di politik dapat dipenuhi. Untuk itu, pihaknya terus mendorong seluruh kepengurusan PKB dari tingkat ranting hingga pusat, untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan bahkan lebih. “Tidak hanya 30 persen, kalau memang bisa lebih juga tidak apa-apa. Yang penting, kuota

  • Ketua FPKB: Hari Kartini Ingatkan KIta Untuk Istiqomah Membela Hak Perempuan

    Ketua FPKB: Hari Kartini Ingatkan KIta Untuk Istiqomah Membela Hak Perempuan

    JAKARTA – Ketua Fraksi PKB DPR RI, Hj. Ida Fauziyah berpandangan bahwa Hari kartini bukan hanya peringatan ceremonial belaka. “Hari kartini selalu diperingati dengan ceremonial dengan berkebaya , itu bagus sebagai ikhtiar lestarikan adat dan budaya lokal. Namun sejatinya Peringatan Kartini ingatkan kita untuk istiqomah berjuang membela hak kaum perempuan yang masih termarjinalkan, ” ungkap

  • Sekretaris Fraksi PKB Bangga Miliki Sebelas Kartini Masa Kini di Parlemen

    Sekretaris Fraksi PKB Bangga Miliki Sebelas Kartini Masa Kini di Parlemen

    JAKARTA – Sekretaris Fraksi PKB DPR RI H. Cucun Syamsulrizal menyebut Hari Kartini yang jatuh pada 21 April sebagai momentum yang tepat ingatkan kembali PKB sebagai partai yang dikenal istiqomah perjuangkan aspirasi perempuan khususnya dibidang politik. “Persoalan Kesetaraan gender dan kuota perempuan diparlemen adalah salah satu perjuangan PKB yang harus terus digelorakan, Hari Kartini inilah

Kata Mutiara

“Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin” --- Gusdur