|  | 

Opini

Wawancara Khusus. Cak Imin: Saya Tak Berani Berharap

Jakarta-Bursa menteri semakin semarak jelang pelantikan Jokowi-JK. Beragam isu mulai dari deretan nama yang akan dipilih hingga wacana menteri harus melepaskan jabatan di partai terus bermunculan silih berganti.

Hiruk pikuk ini rupanya tak begitu mengusik Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar meski wacana menteri harus melepaskan jabatan di partai mengancam posisinya. Cak Imin, demikian dia akrab disapa, hanya berujar singkat kepada Okezone,” Pak Jokowi belum pernah nawarin. Jadi saya tidak berani berharap.”

Meski berjasa besar mengantarkan Jokowi ke kursi kepresidenan, Cak Imin sepenuhnya menyerahkan semua urusan pembentukan kabinet kepada mantan wali kota Surakarta tersebut.

“Hanya saja ada kesepakatan bersama bahwa kabinet yang akan dibentuk itu kabinet kebersamaan. Tak ada sekat partai. Sebagai sebuah organisai, kabinet itu merupakan komitmen bukanlah dari kumpulan partai-partai. Tapi disebut orang-orang kabinet Jokowi. Kuncinya di situ,” tegasnya.

Saat ditanya apakah akan mundur dari jabatan Ketua Umum PKB jika ditunjuk menjadi menteri? Cak Imin berujar diplomatis,”Kok bicara mundur. Saya belum tentu ditawari kok sama Pak Jokowi. Jangankan ditawari, diajak bicara kabinet saja belum. Tapi, tentu welcome kalau ditawari.”

Meski belum mendapat tawaran secara resmi, Cak Imin menjelaskan pihaknya berpartisipasi aktif mendiskusikan pemerintahan masa transisi. Sehingga ke depan pemerintahan bisa berjalan efektif dan efisien.

“Pak Jokowi mempersiapkan beberapa hal untuk menjadi pertimbangan ketua parpol. Jadi, saat diminta kirim nama (calon menteri), ya kita kirim nama. Tapi, sebenarnya sampai hari ini belum ada tawaran menteri buat PKB,” tegasnya.

“Jadi menteri itu bukan cari enak, jadi menteri itu cari masalah, cari kerjaan memang. Makanya kalau saya tidak ditawari, saya bersyukur gitu. Namun apabila tawaran itu datang, kita pertimbangkan, apakah cocok, apa enggak,” Cak Imin menambahkan

Related Articles

Kata Mutiara

“Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin” --- Gusdur