Apresiasi Ketegasan Kapolri, Rano Alfath Minta Polri Keliling Pesantren Perkuat Perlindungan Santri

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath, S.H., M.H. mengapresiasi langkah tegas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta jajaran dalam merespons penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran yang menimbulkan keluhan santri dan pengasuh. Pencopotan Kapolres Sukoharjo serta pemeriksaan terhadap empat personel oleh Propam dinilainya menunjukkan keseriusan pimpinan Polri menindaklanjuti keresahan masyarakat.
“Saya mengapresiasi ketegasan Bapak Kapolri dan jajaran yang mendengar keluhan para santri serta pengasuh pesantren, kemudian mengambil langkah konkret. Kesediaan untuk mengevaluasi tindakan anggota dan memastikan pertanggungjawabannya merupakan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat kepada Polri,” ujar Rano dalam keterangan online, Selasa (3/11/2026).
Menurut Rano, langkah tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan internal Polri berjalan dan keluhan masyarakat mendapat perhatian langsung dari pimpinan. Ia mendukung pemeriksaan yang objektif dan menyeluruh untuk memperjelas tanggung jawab masing-masing personel sesuai fakta yang ditemukan.
Rano menekankan bahwa perhatian terhadap santri harus menjadi bagian utama dari penanganan peristiwa ini. Rasa takut dan keresahan yang disampaikan santri maupun pengasuh perlu didengarkan dengan sungguh-sungguh, terlebih apabila menyangkut anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
“Kita harus memiliki empati kepada para santri dan keluarga mereka. Pesantren adalah tempat mereka belajar, beribadah, dan tumbuh. Ketika muncul keluhan bahwa mereka merasa takut di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, negara wajib hadir untuk memulihkan rasa aman itu. Pastikan mereka memperoleh pendampingan yang dibutuhkan dan dapat kembali belajar dengan tenang,” tegasnya.
Sebagai legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rano menyampaikan bahwa kehidupan pesantren dan perlindungan santri memiliki kedekatan yang kuat dengan identitas serta perjuangan partainya. Aspirasi santri dan pengasuh pesantren, menurutnya, harus senantiasa mendapat perhatian dalam pelaksanaan tugas negara, termasuk penegakan hukum.
“PKB tumbuh bersama kiai, pesantren, dan santri. Karena itu, perlindungan santri sangat dekat dengan tanggung jawab yang kami emban. Kami ingin setiap santri merasa dihormati, dilindungi, dan didengar. Kedekatan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengawal agar hak-hak mereka benar-benar diperhatikan,” katanya.
Legislator asal Banten itu juga meminta jajaran Polri berkeliling mengunjungi pesantren setelah peristiwa tersebut. Kunjungan perlu dilakukan melalui koordinasi dengan pengasuh, dalam suasana dialog yang hangat, serta memberi ruang bagi santri untuk menyampaikan pengalaman dan harapan mereka.
“Saya meminta jajaran Polri terus turun langsung, berkeliling pesantren, bersilaturahmi dengan para kiai dan pengasuh, serta mendengarkan para santri. Kedekatan yang sudah terbangun ini perlu semakin dieratkan. Melalui komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga rasa aman dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tegas yang telah diambil Kapolri diharapkan semakin memperkuat kepercayaan keluarga besar pesantren bahwa Polri mendengar aspirasi mereka dan bersungguh-sungguh menjaga perlindungan santri. Penanganan terhadap personel yang diduga kurang tepat dalam menjalankan prosedur menunjukkan bahwa pengawasan dan evaluasi internal berjalan, dengan setiap kekurangan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
“Langkah Bapak Kapolri ini memberikan pesan yang jelas kepada keluarga besar pesantren bahwa keluhan mereka didengar dan ditindaklanjuti. Apabila dalam pelaksanaan tugas terdapat anggota yang kurang tepat menjalankan prosedur, ada mekanisme untuk memeriksa, mengoreksi, dan memastikan pertanggungjawabannya. Inilah wujud komitmen ‘Polisi Bersama Masyarakat’, yang juga merangkul para kiai, pengasuh pesantren, dan santri,” ujar Rano.
Menurutnya, silaturahmi jajaran kepolisian ke pesantren akan semakin mengeratkan hubungan yang telah terbangun sekaligus menjadi ruang untuk saling mendengar dan menjaga rasa aman di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Saya percaya ketegasan dan kepedulian Bapak Kapolri akan semakin memperkuat kedekatan Polri dengan pesantren. Silaturahmi ini perlu terus dijaga agar para santri merasa tenang, para pengasuh memiliki komunikasi yang baik dengan kepolisian, dan kita bersama-sama memastikan kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.


