|  | 

Berita Nasional

Nasim Khan: Transformasi BUMN Harus Berujung pada Kesejahteraan Rakyat

JAKARTA— Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan, mendukung langkah pemerintah merestrukturisasi dan merampingkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menilai kebijakan itu bagian dari transformasi menuju BUMN yang lebih efisien, profesional, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional, bukan sekadar menutup perusahaan yang dianggap tidak produktif.

Dukungan tersebut disampaikan Nasim merespons Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pemerintah telah menutup 290 entitas BUMN dan menargetkan jumlah BUMN maksimal 300 perusahaan pada akhir 2026, yang berarti lebih dari 750 BUMN masih akan ditutup atau ditata ulang.

Prabowo juga menyatakan restrukturisasi tersebut telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun, salah satunya dari pengurangan gaji direksi dan komisaris. Penghematan itu rencananya dialihkan untuk investasi, industrialisasi, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Nasim menyebut efisiensi BUMN tidak boleh diukur hanya dari penghematan, melainkan juga dari kemampuan menghasilkan keuntungan, dividen, dan manfaat nyata bagi masyarakat. "Bukan hanya sekadar tutup, tapi transformasi bagaimana menjadikan BUMN ini betul-betul berjalan sesuai koridornya," katanya.

Ia meminta proses transformasi tidak mengorbankan pekerja BUMN. Komisi VI DPR RI bersama Fraksi PKB, kata Nasim, akan mengawal proses tersebut, termasuk memastikan kejelasan skema bagi karyawan yang terdampak, dengan turut melibatkan masukan dari serikat pekerja.

Nasim juga mendukung pernyataan Prabowo bahwa BUMN bukan milik direksi atau komisaris, dan tidak boleh menjadi sumber keuntungan kelompok tertentu. Ia menekankan pengelolaan BUMN harus transparan, profesional, dan berorientasi pada manfaat bagi negara dan rakyat.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.