Jelang Armuzna, Timwas Haji PKB Minta Pelayanan Konsumsi Jemaah Diperhatikan Serius

MEKKAH-Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Siti Mukaromah meminta pemerintah dan penyelenggara haji mengoptimalkan pelayanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Hal itu disampaikan Siti Mukaromah usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Timwas Haji DPR RI di sejumlah sektor pelayanan jemaah, mulai dari transportasi, akomodasi, kesehatan hingga konsumsi.
“Konsumsi ini menjadi salah satu sektor yang sangat penting dan urgent, karena menyangkut kebutuhan dasar jemaah haji yang akan menjalani ibadah fisik sangat berat saat Armuzna,” ujar Erma-sapaan akrab Siti Mukaromah di Mekkah.
Dalam sidak tersebut, Erma yang tergabung dalam tim pengawasan bidang konsumsi menemukan sejumlah catatan yang dinilai harus segera ditindaklanjuti pemerintah.
Salah satu temuan berada di sektor 7, tepatnya di Hotel 702, yang dihuni empat kelompok terbang (kloter). Namun hingga dilakukan sidak, makanan siap saji baru tersedia untuk satu kloter saja.
“Artinya masih ada tiga kloter yang belum tersedia makanannya. Padahal malam itu makanan seharusnya sudah terdistribusi kepada jemaah melalui pimpinan kloter,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena belum ada kepastian waktu distribusi makanan. Timwas DPR juga mengalami kendala komunikasi saat mencoba memastikan jadwal kedatangan logistik konsumsi tersebut.
“Kami berharap makanan itu segera sampai agar stok makanan benar-benar siap di tangan jemaah sebelum keberangkatan menuju Arafah. Jangan sampai jemaah berangkat tetapi belum memiliki kesiapan konsumsi,” tegasnya.
Erma juga menyoroti pola distribusi makanan yang dinilai belum mengakomodasi seluruh jadwal keberangkatan jemaah menuju Armuzna. Berdasarkan informasi yang diterima Timwas, stok makanan baru dipersiapkan untuk jemaah yang berangkat pagi hari.
Padahal, keberangkatan jemaah dilakukan secara bertahap mulai pagi, siang, sore hingga malam hari.
“Artinya kebutuhan konsumsi untuk jemaah yang berangkat siang, sore, atau malam juga harus dipastikan tersedia dengan baik. Ini tidak boleh luput dari perhatian,” ujarnya.
Selain soal distribusi, Legislator asal Jawa Tengah ini juga menyoroti persoalan teknis yang tampak sederhana namun berdampak besar bagi jemaah lansia, yakni ketersediaan wadah makanan.
Ia menemukan bahwa dari tiga hingga empat kali distribusi makanan, jemaah hanya mendapatkan satu kotak wadah makanan.
“Mungkin bagi yang masih muda bisa mencuci dan menggunakan kembali. Tetapi bagi para sepuh atau jemaah lansia, ini tentu menyulitkan karena tidak semuanya memiliki pendamping,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian karena sebelumnya dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI telah disampaikan bahwa makanan siap saji semestinya diberikan lengkap dengan wadah yang memadai.
Tak hanya itu, Erma juga meminta perhatian serius terhadap kualitas makanan siap saji yang dibagikan kepada jemaah. Ia menyoroti adanya makanan berkuah santan dengan masa kedaluwarsa mencapai 18 bulan.
“Kita tentu harus berhati-hati karena makanan tersebut hanya disimpan dalam kemasan, bukan di dalam pendingin. Ini perlu menjadi perhatian khusus terutama bagi jemaah lansia atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu,” ungkapnya.
Erma memastikan Timwas Haji DPR RI akan terus melakukan pemantauan dan sidak lanjutan guna memastikan seluruh persoalan dapat segera diselesaikan sebelum puncak pelaksanaan haji.
“Kalau memang ada kendala, harus ada langkah cepat dan langkah cerdas dari Kementerian Haji agar persoalan ini bisa segera diatasi. Yang terpenting adalah jemaah merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah haji,” pungkasnya.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


