|  | 

Berita Nasional

99 Ribu Motor Bodong Diekspor ke Afrika, Hasbiallah Ilyas PKB Desak Polisi Bongkar Oknum di Balik Sindikat

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, mendesak aparat kepolisian untuk membongkar tuntas jaringan sindikat motor ilegal yang beroperasi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Desakan ini muncul setelah penggerebekan 1.494 unit motor ilegal di Grogol Utara yang mengungkap fakta mencengangkan mengenai aktivitas ekspor kendaraan tanpa izin dalam skala masif.

Hasbi menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh hanya berhenti pada penetapan satu tersangka. Mengingat aksi ini diduga telah berlangsung selama empat tahun sejak 2022, ia meyakini adanya keterlibatan jaringan yang sangat terorganisir.

“Kasus ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Aksi yang sudah berlangsung selama empat tahun ini pasti tidak hanya melibatkan satu orang, tetapi sindikat yang terorganisir. Kami minta kepolisian mengungkap secara jelas dan cepat siapa saja yang terlibat,” ujar Hasbi di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan data yang terungkap, sindikat ini diduga telah mengekspor sekitar 99.000 sepeda motor ke Tahiti di Pasifik Selatan dan Togo, Afrika Barat. Hasbi menyoroti besarnya kerugian negara akibat praktik ekonomi ilegal ini, mulai dari hilangnya potensi pajak kendaraan, bea masuk, hingga pendapatan negara lainnya.

“Negara dirugikan karena motor-motor ini diperjualbelikan tanpa mekanisme resmi dan kontribusi pajak. Ini menciptakan praktik ekonomi ilegal yang tidak boleh dibiarkan karena merugikan keuangan negara secara nyata,” tegasnya.

Hasbi secara khusus meminta kepolisian mendalami bagaimana ribuan motor tersebut bisa meloloskan diri ke luar negeri selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi. Ia mempertanyakan kemungkinan adanya pembiaran atau keterlibatan oknum tertentu dalam jalur distribusi dan proses pengapalan.

Hingga saat ini, polisi baru menetapkan WS, Direktur PT Indobike Dua Enam, sebagai tersangka. Namun, Komisi III DPR RI mendorong penyelidikan lebih dalam terkait modus operandi, jalur distribusi, hingga jaringan internasional yang mungkin terlibat dalam sindikat perdagangan motor illegal tersebut.

“Bagaimana proses pengirimannya bisa lolos selama bertahun-tahun? Apakah ada pihak yang sengaja membiarkan atau membantu meloloskan? Ini harus diungkap secara terang benderang oleh kepolisian demi memenuhi rasa keadilan masyarakat,” pungkas Hasbi.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.