|  | 

Berita Nasional

Danantara Investasi Rp20 T, Eko Sandjojo Usulkan Penguatan Infrastruktur Industri Unggas

JAKARTA - Praktisi industri perunggasan, Eko Sandjojo, menilai rencana investasi Danantara sebesar Rp20 triliun sebaiknya difokuskan pada penguatan infrastruktur industri unggas yang sudah ada, bukan untuk membangun industri peternakan baru. Pembangunan rumah potong ayam (RPA) modern di sentra produksi serta penyediaan fasilitas cold storage akan lebih efektif dalam menekan fluktuasi harga akibat ketidakseimbangan suplai dan permintaan.

“Jika Danantara akan berinvestasi di industri peternakan, maka investasi sebaiknya dialihkan untuk membangun RPA modern dan cold storage di sentra produksi. Langkah ini bisa menekan fluktuasi harga yang kerap terjadi karena ketidakseimbangan suplai dan permintaan,” ujar Eko Sandjojo dalam Diskusi Publik Fraksi PKB bertajuk Danantara Kucurkan Anggaran Rp20 Trilun untuk Penguatan Peternak Lokal : Kebangkitan Industri Perunggasan Nasional?, di Kompleks Parlemen, Kamis (27/11/2025).

Selain Eko Sandjojo hadir sebagai narasumber Anggota Komisi IV DPR RI Jaelani, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda, dan Direktur Kerjasama Badan Gizi Nasional Muhammad Risa. Lalu hadir juga Sekjen Gabungan Asosiasi Peternakan Ayam Nasional Sugeng Wahyudi, dan akademisi IPB Prof Dwi Andreas Santoso.

Dia menjelaskan sekitar 90 persen ayam yang beredar di pasar masih diproses melalui RPA tradisional yang tidak memiliki fasilitas penyimpanan. Pembangunan cold storage dinilai dapat menjaga pasokan lebih stabil sehingga gejolak harga dapat diminimalkan. Ia menegaskan pentingnya pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di luar Pulau Jawa dan wilayah terpencil yang masih minim infrastruktur peternakan.

Lebih lanjut, Eko menilai penguatan infrastruktur jauh lebih realistis dibanding membangun industri peternakan baru yang dianggap penuh tantangan, mulai dari aspek lingkungan hingga regulasi. Ia menekankan bahwa investasi Rp20 triliun itu harus digunakan secara tepat agar benar-benar membantu peternak dan mendukung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Investasi ini harus memberikan jaminan keberlanjutan bagi industri peternakan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Peternak Ayam Nasional, Sugeng Wahyudi, mengingatkan agar investasi Danantara benar-benar memberikan dampak kesejahteraan bagi peternak. “Kami berharap investasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak yang sudah ada maupun mereka yang berniat menjadi peternak ayam,” ujarnya.

Sugeng mengatakan peternak mandiri saat ini menghadapi tekanan berat karena bergantung pada pasar tradisional, namun harus bersaing langsung dengan perusahaan besar yang juga menjual produk di pasar yang sama. Ia menilai persoalan tersebut kompleks dan membutuhkan dukungan nyata. “Dengan keterbatasan yang ada, kami berharap ada bantuan untuk memperkuat infrastruktur, seperti pembangunan cold storage, yang akan sangat membantu peternak kecil,” tutupnya.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.