Zainul Munasichin PKB Ajak Santri Jadi Pemimpin Bangsa

JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin, menerima kunjungan edukasi 150 siswa yang tergabung dalam Forum OSIS Madrasah Aliyah Kabupaten Sukabumi di Gedung DPR RI, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Zainul membakar semangat para santri agar tidak minder dan berani mengambil peran dalam kepemimpinan nasional di masa depan.
“Jangan pernah merasa bahwa latar belakang madrasah atau pesantren membatasi kesempatan untuk menjadi pemimpin. Justru dari lembaga pendidikan inilah dapat lahir generasi yang berilmu, berintegritas, dan mampu memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa,” ujar Zainul di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Zainul memaparkan fungsi utama legislatif—mulai dari pembentukan undang-undang, penganggaran, hingga pengawasan—serta pentingnya pemahaman sistem checks and balances dalam menjaga iklim demokrasi. Ia mengingatkan bahwa berbagai keputusan krusial yang berdampak langsung pada biaya pendidikan dan anggaran kesejahteraan rakyat ditetapkan melalui proses politik.
“Adik-adik harus memahami bahwa banyak hal yang menentukan masa depan masyarakat, termasuk pendidikan, anggaran, dan kesejahteraan, diputuskan melalui proses politik. Generasi muda harus memiliki pengetahuan, keberanian, dan kepedulian untuk ikut berkontribusi,” katanya.
Legislator PKB asal Jawa Barat tersebut menekankan rekam jejak perjuangan sejarah PKB bersama alim ulama dalam memperjuangkan pengakuan formal negara terhadap institusi pesantren. Langkah politik tersebut dibuktikan lewat pengesahan UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta penetapan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober.
“Pesantren dan madrasah telah berkontribusi besar bagi bangsa ini. Kemitraan dan dukungan terhadap pendidikan pesantren tidak boleh berhenti pada pengakuan secara hukum, tetapi pelaksanaannya harus terus dikawal agar manfaatnya dirasakan para santri dan guru,” tegas Zainul.
Ia berpesan agar para siswa tidak menjauhi dunia politik akibat stigma negatif atau kekhawatiran akan konflik kepartaian. Generasi muda diminta membekali diri dengan integritas, kapabilitas kepemimpinan, dan wawasan kritis agar kelak mampu melahirkan kebijakan publik yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Mulailah dari sekarang dengan belajar sungguh-sungguh, memperluas wawasan, dan berani menyampaikan gagasan. Masa depan Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki ilmu, karakter, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua I Forum OSIS Madrasah Aliyah Kabupaten Sukabumi, Manarul Hidayat, menyampaikan apresiasi mendalam atas penerimaan dan motivasi yang diberikan Fraksi PKB. Kunjungan edukasi politik ini dinilai menjadi pengalaman berharga bagi jajaran pengurus OSIS dalam memahami praktik ketatanegaraan secara langsung.
“Madrasah yang bermutu bukan hanya mampu mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga yang berhasil membentuk karakter dan kepedulian sosial. Forum OSIS harus menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan untuk membangun kepemimpinan masa depan,” kata Manarul.
Ia menambahkan bahwa pembinaan potensi pelajar madrasah membutuhkan kolaborasi lintas pihak antara pengelola sekolah, tokoh masyarakat, dan jajaran legislator di parlemen. Pendampingan berkelanjutan dibutuhkan agar generasi muda madrasah siap bersaing dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Kami berharap melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, para siswa dapat memperoleh pembelajaran yang berkelanjutan. Dengan begitu, mereka memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan kesiapan menjadi pemimpin masa depan,” tutur Manarul.
Sebagai penutup, Zainul menegaskan komitmen Fraksi PKB untuk terus membuka pintu aspirasi serta mengawal pemenuhan hak-hak fasilitas pendidikan Islam di seluruh Indonesia. Kehadiran ruang dialog bersama generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak kader kepemimpinan bangsa yang tangguh.
“Kami di Fraksi PKB akan terus mengawal peningkatan mutu pendidikan madrasah dan pesantren. Santri harus siap menjadi subjek pembangunan dan aktor utama dalam perumusan kebijakan publik Indonesia,” pungkas Zainul.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


