|  | 

Kegiatan Fraksi

Skenario Tsunami Megathrust Kebumen Bisa Capai 18 Meter, Taufiq R Abdullah Dorong Kesiapsiagaan Jadi Prioritas Nasional

KEBUMEN-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memodelkan potensi tsunami dengan ketinggian air mencapai 14 hingga 18 meter di Kabupaten Kebumen jika terjadi gempa megathrust di selatan Jawa. Berdasarkan pemodelan tersebut, gelombang tsunami diperkirakan dapat mencapai pesisir Kebumen sekitar 38 hingga 46 menit setelah guncangan gempa terjadi

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI Taufiq R Abdullah dalam Festival Aspirasi DPR RI bertema kesiapsiagaan masyarakat di Kabupaten Kebumen.

Taufiq menjelaskan, skenario yang disusun BMKG mengasumsikan potensi guncangan gempa dengan magnitudo maksimum sekitar 8,7. Selain Kebumen, wilayah lain di pesisir selatan Jawa seperti Cilacap hingga Pacitan turut masuk dalam area terdampak.

Namun, Taufiq menekankan pemodelan tersebut merupakan bentuk kalkulasi ilmiah untuk kesiapsiagaan, bukan prediksi pasti mengenai waktu terjadinya gempa. “Ini adalah skenario pemodelan, lagi-lagi bukan prediksi. Ilmu pengetahuan kita belum mampu memprediksi secara presisi,” kata Taufiq R Abdullah, Senin (5/10/2026).

Menurut Taufiq, estimasi waktu kedatangan tsunami selama 38–46 menit menjadi jeda krusial yang harus dimanfaatkan masyarakat untuk menyelamatkan diri. “Artinya, begitu ada kabar gempa, kita masih ada waktu setengah jam lebih untuk siap-siap,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mendorong agar langkah mitigasi dan penyiapan infrastruktur penunjang dilakukan secara masif sejak jauh hari. Hal ini mencakup pemastian keandalan sistem peringatan dini, penyediaan jalur serta tempat evakuasi yang layak, hingga edukasi bertahap kepada publik. Kesiapsiagaan juga perlu diperkuat di berbagai pusat kegiatan warga seperti sekolah, pesantren, rumah sakit, hingga fasilitas umum lainnya.

“Apakah jalur dan tempat evakuasi tersedia serta sudah diajarkan kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, peningkatan kapasitas pemerintah desa, relawan, serta perlindungan khusus bagi kelompok rentan saat proses evakuasi dinilai sangat mendesak. Bagi Taufiq, fokus utama saat ini adalah mengukur sejauh mana kesiapan masyarakat jika bencana benar-benar melanda. “Seberapa siap kita ketika bencana itu terjadi,” tegas Taufiq.

Taufiq juga mendorong agar Kebumen dan kawasan pesisir selatan Jawa dimasukkan dalam skala prioritas nasional penanganan bencana. Langkah kesiapsiagaan idealnya dibiayai sejak tahap pencegahan dan terintegrasi dalam skema perencanaan nasional. “Grand design penanganan bencana secara nasional harus sejak sekarang konsentrasi kepada daerah-daerah rawan yang tidak bisa diprediksi waktunya,” jelas Taufiq.

Ia mengimbau masyarakat pesisir Kebumen untuk tidak panik, melainkan terus mengasah kesiapsiagaan serta memahami prosedur penyelamatan diri saat terjadi gempa berpotensi tsunami. "Dengan adanya pemodelan tersebut, kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir Kebumen menjadi salah satu hal yang perlu terus diperkuat, mulai dari sistem peringatan dini, jalur evakuasi, tempat pengungsian, hingga edukasi kepada masyarakat," kata Taufiq.

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.