|  | 

Berita Nasional

Terima Audiensi Putri Hijabfluencer, PKB Minta Influencer Kedepankan Integritas 

JAKARTA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menerima audiensi sebanyak 98 finalis ajang Putri Hijabfluencer di Ruang Rapat Fraksi PKB, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pertemuan ini menjadi wadah dialog strategis guna membekali generasi muda perempuan dalam memanfaatkan platform digital secara bijak, aman, dan berdampak bagi ekonomi kreatif.

“Semua proses ini bukan hanya tentang menjadi pemenang kompetisi. Lebih jauh, kalian dipersiapkan untuk menjadi Putri Hijabfluencer Profesional yang mampu menginspirasi,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Ajang Putri Hijabfluencer sendiri digelar rutin setiap tahun untuk menjaring muslimah muda agar berani memberikan pengaruh baik di publik. Pada gelaran tahun ini ajang Putri Hijabfluencer diikuti 2.500 peserta dari 22 Provinsi se-Indonesia. Setelah melalui seleksi ketat baik dari sisi intelektualitas, mental, hingga fisik terpilih 98 finalis. Mereka mengikuti berbagai pelatihan lanjutan mulai dari pembuatan konten media sosial, manner, hingga pemahaman regulasi komunikasi publik.

Arzeti menekankan pentingnya tanggung jawab moral para content creator saat menerima tawaran promosi (endorsement) produk kesehatan, kosmetik, hingga makanan olahan. Para influencer diwajibkan menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) serta memastikan izin BPOM guna melindungi konsumen dari bahaya barang ilegal. “Jangan hanya melihat apakah produknya terkenal atau memberikan keuntungan secara finansial, kalian harus mempelajari terlebih dahulu produk yang dipromosikan. Jangan sampai ditawari bayaran besar langsung diterima tanpa pengecekan,” tegas Arzeti.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB, Siti Mukaromah, menilai ajang Putri Hijabfluencer memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan ekosistem industri halal dan UMKM nasional. Para peserta didorong memiliki spesialisasi konten yang kuat, mulai dari sektor pariwisata, busana muslim (modest fashion), kuliner, hingga teknologi digital. “Ini merupakan ruang untuk menemukan dan mengembangkan generasi muda yang memiliki bakat, kapasitas, kreativitas, serta potensi kepemimpinan. Spesialisasi konten dapat menjadi modal untuk memberikan kontribusi nyata,” kata legislator yang akrab disapa Erma tersebut.

CEO dan Founder Putri Hijabfluencer, Lidya Agustin, mengapresiasi penerimaan dan arahan edukatif dari jajaran anggota DPR RI Fraksi PKB. Pihaknya berharap pertemuan tersebut berlanjut menjadi kolaborasi konkret dalam membina kapasitas digital serta membuka peluang akses jaringan bisnis bagi para peserta. “Kami mengapresiasi Fraksi PKB yang telah menerima kami dengan baik. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal sinergi positif yang memberikan manfaat bagi para Putri Hijab Influencer dan masyarakat,” ucap Lidya.

Apresiasi senada disampaikan Pembina Putri Hijabfluencer dan Albis Group, Nia Kurniani, yang menilai pembekalan regulasi dan integritas sangat penting bagi para influencer muda. Para peserta diharapkan dapat menjaga nama baik serta tidak terjebak dalam promosi produk yang berpotensi merugikan publik. “Terima kasih kepada Fraksi PKB atas ruang dialog ini. Semoga pertemuan ini menjadi bekal bagi para peserta untuk terus berkarya, membangun jejaring, dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” pungkas Nia.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.