Raih Gelar Doktor di Unpad, Rina Saadah PKB Bedah Strategi Manajemen Inovasi Pengolahan Ikan untuk Perkuat Sistem Pangan Nasional

BANDUNG – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rina Saadah, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Padjadjaran (Unpad) setelah sukses mempertahankan disertasi berjudul "Pengaruh Manajemen Inovasi terhadap Kinerja Unit Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil di Jawa Barat" di Aula MM, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, Bandung, Selasa (11/8/2026). Riset strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi implementasi kebijakan ekonomi biru (blue economy), program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), hingga penyediaan pasokan bergizi nasional.
Dalam pemaparannya, Rina menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi sektor perikanan nasional yang pada tahun 2024 mencatatkan produksi hingga 22,27 juta ton dengan nilai mencapai Rp421,84 triliun. Namun, potensi masif tersebut kerap terkendala berbagai tantangan klasik di tingkat akar rumput, seperti terbatasnya diversifikasi produk, rendahnya efisiensi produksi, kendala teknologi, hingga minimnya akses pasar bagi Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala mikro dan kecil.
"Saya tertarik melakukan penelitian untuk meneliti unit pengolahan ikan skala mikro dan kecil yang masih menghadapi berbagai kendala. Harapannya, potensi sumber daya perikanan diharapkan dapat memperkuat sistem pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir," ujar Rina Saadah di Bandung, Selasa (11/8/2026).
Menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dan analisis Structural Equation Modeling (SEM) di tiga wilayah sentra utama Jawa Barat—Kabupaten Sukabumi, Karawang, dan Indramayu—riset ini membedah performa dari populasi sekitar 2.491 UPI skala mikro dan kecil. Hasil temuan membuktikan bahwa penerapan inovasi strategis dan inovasi produk berpengaruh positif serta signifikan terhadap peningkatan kinerja keuangan maupun non-keuangan pelaku usaha.
Politisi asal Dapil Jawa Barat ini menambahkan, kendati inovasi proses terbukti ampuh mendongkrak kualitas produk dan efisiensi operasional, penerapannya kerap membutuhkan investasi awal yang tidak sedikit, sehingga manfaat finansialnya memerlukan waktu untuk dirasakan secara jangka panjang. Oleh karena itu, ia berharap rekomendasi akademis dari disertasinya dapat dijadikan panduan taktis bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam mendesain kebijakan hilirisasi perikanan yang tepat sasaran.
"Integrasi inovasi produk, inovasi proses, dan inovasi strategi dapat menjadi salah satu pendekatan dalam memperkuat industri pengolahan hasil perikanan melalui peningkatan kualitas produk, efisiensi produksi, penguatan akses pasar, dan penciptaan nilai tambah," pungkas Doktor baru ilmu manajemen tersebut.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


