|  | 

Berita Nasional

Genjot Pertumbuhan Ekonomi : Marwan Jafar PKB Desak Sinergi BI, Pemerintah, dan KSSK 

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar, mendesak Bank Indonesia (BI), pemerintah, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna menghadapi ketidakpastian global serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Dia menegaskan koordinasi lintas lembaga tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, terutama di tengah proyeksi lembaga internasional seperti IMF yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di angka 2,6 persen.

"Kami mendorong BI, Pemerintah, dan KSSK tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinergi harus benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkualitas," ujar Marwan Jafar di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Marwan mengatakan sinergi yang solid menjadi kunci utama untuk memastikan target pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan BI di kisaran 5,0–5,8 persen dapat terwujud secara berkualitas. Legislator asal Dapil Jateng III ini juga menyoroti masih tingginya angka undisbursed loan yang mencapai sekitar 22 persen dari total plafon kredit. “Ini menunjukkan perlunya dorongan lebih kuat agar perbankan mengoptimalkan penyaluran pembiayaan ke sektor riil,” katanya.

Dia menuntut agar perbankan tidak membiarkan dana kredit mengendap, melainkan mengalirkannya secara agresif ke sektor produktif dan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat. Selain itu, ia mendesak BI mengevaluasi efektivitas program fasilitasi pembiayaan seperti project expose, business matching, hingga Gerakan Korporasi Gandeng UMKM agar program tersebut memberikan dampak nyata di lapangan.

"Jangan sampai dana kredit hanya mengendap di perbankan. Kredit harus benar-benar mengalir ke sektor produktif, terutama UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Kita ingin mengetahui sejauh mana realisasi program fasilitasi pembiayaan yang telah dijalankan, jangan sampai hanya menjadi seremoni," tegas Marwan.

Mantan Menteri Desa ini berharap penguatan program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) yang digagas BI mampu diakselerasi guna memperluas akses pembiayaan yang adil bagi dunia usaha. Dengan demikian target perekonomian nasional dapat tercapai secara optimal tanpa mengabaikan perlindungan terhadap pelaku usaha kecil.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.