|  | 

Berita Nasional

Dukung Harga Acuan Baru, Komisi IV DPR RI Minta Peternak Berani Laporkan Mafia Telur

JAKARTA– Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Hindun Anisah, mendukung penuh penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras konsumsi sebesar Rp26.500 per kilogram di tingkat peternak. Hindun menegaskan bahwa regulasi baru ini harus dikawal ketat oleh pemerintah di lapangan agar benar-benar menjadi pelindung bagi peternak rakyat dari ancaman kerugian akibat permainan harga pasar.

Kebijakan ini menjadi krusial setelah para peternak mengeluhkan anjloknya harga telur hingga menyentuh Rp24.000 per kilogram. Nilai jual tersebut dinilai tidak masuk akal karena berada jauh di bawah biaya produksi, terutama untuk komponen pakan ternak yang porsinya menyedot lebih dari 70 persen total biaya operasional.

"Kami menyambut baik penguatan HAP harga telur di tingkat peternak. Kebijakan ini tentunya menjadi angin segar bagi para peternak yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan akibat anjloknya harga jual telur. Kami berharap pemerintah memastikan penguatan HAP ini benar-benar berdampak kepada peternak. Jangan sampai ada kesenjangan antara harga yang ditetapkan pemerintah dengan harga yang diterima peternak," ujar Hindun Anisah di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Hindun memperingatkan bahwa membiarkan harga telur jatuh di bawah modal produksi sama saja dengan mematikan usaha peternakan mandiri secara perlahan. Jika banyak peternak gulung tikar atau terpaksa memangkas populasi ayam petelur mereka, Indonesia akan dihadapkan pada krisis pasokan dan lonjakan harga yang ekstrem di tingkat konsumen kelak.

"Peternak adalah pihak yang paling terdampak ketika harga telur anjlok. Sementara biaya produksi, khususnya pakan, obat-obatan, dan operasional kandang tetap tinggi. Jika kondisi ini terus berlangsung, peternak bisa merugi dan bahkan terpaksa mengurangi populasi ternak atau menghentikan usahanya. Jika ada penyelewengan terhadap HAP yang telah ditetapkan pemerintah, kami meminta para peternak jangan ragu untuk melapor. Pemerintah harus hadir memberikan perlindungan agar peternak memperoleh harga yang layak dan usaha peternakan rakyat tetap berkelanjutan," tegasnya.

Legislator PKB asal Jawa Tengah ini menekankan bahwa jaminan kesejahteraan peternak adalah pilar utama ketahanan pangan nasional. Ia meminta instansi terkait menindak tegas para pemborong atau pihak-pihak yang masih nekat membeli telur di bawah batas harga acuan yang sudah disepakati demi keuntungan sepihak.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.