Cegah Korban Tambahan, Syafruddin PKB Desak Antisipasi Longsor Susulan di Bandung Barat

JAKARTA– Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syafruddin, mendesak pemerintah segera melakukan langkah mitigasi teknis untuk mencegah terjadinya longsor susulan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dia mengingatkan tanpa antisipasi cepat, potensi pergerakan tanah lanjutan dapat mengancam keselamatan tim evakuasi dan warga di lokasi bencana.
“Secara geologis wilayah Cisarua didominasi tanah vulkanik muda yang bersifat labil dan mudah jenuh air, sehingga sangat rentan terhadap curah hujan tinggi. Maka kami berharap pemerintah bergerak cepat untuk meminimalkan korban lanjutan,” ujar Syafruddin, Senin (26/1/2026).
Syafruddin meminta pemerintah pusat dan daerah segera melakukan identifikasi struktur tanah dan stabilitas lereng secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya pemasangan sistem peringatan dini (early warning system) di wilayah berisiko tinggi serta penguatan lereng sementara menggunakan bronjong atau penahan tanah darurat.
“Keselamatan warga dan tim evakuasi harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai proses pencarian justru terancam oleh longsor susulan akibat kelalaian mitigasi di lapangan,” tegas legislator asal PKB tersebut.
Selain penanganan darurat, Syafruddin juga menyoroti pentingnya pembatasan aktivitas warga hingga opsi relokasi sementara di sekitar lereng yang terdeteksi memiliki retakan tanah. Ia menilai evaluasi tata ruang di kawasan rawan bencana menjadi harga mati agar musibah serupa tidak terus berulang.
“Bencana ini harus menjadi peringatan serius bahwa pembangunan dan pengelolaan lingkungan tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan serta daya dukung alam. Mitigasi harus berbasis kajian teknis, bukan sekadar reaktif,” pungkas Syafruddin.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


