Eva Monalisa PKB Dorong Penguatan Infrastruktur Desa Wisata di Pati, Blora, dan Grobogan

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Eva Monalisa, mendesak pemerintah untuk memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah wilayah Pati, Blora, dan Grobogan. Eva menegaskan bahwa dukungan infrastruktur dan pendampingan berkelanjutan merupakan kunci utama untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah yang potensi wisatanya belum tergarap optimal.
Dalam Rapat Kerja Komisi VII bersama Menteri Pariwisata di Gedung DPR, Rabu (21/1/2026), Eva menyoroti minimnya akses menuju lokasi wisata di wilayah Pati, Blora, Grobogan, dan Rembang. Ia menilai potensi besar seperti wisata hutan jati, gua, hingga wisata religi makam para wali selama ini belum didukung sarana penunjang yang memadai.
“Perlu dilakukan perluasan pendampingan desa wisata secara serius, termasuk desa wisata pesisir, agar tidak tertinggal. Di Dapil Jawa Tengah III, potensi pariwisatanya masih sangat minim dan akses menuju lokasi wisata juga belum memadai,” ujar Eva Monalisa.
Eva menjelaskan bahwa karakteristik wisata di wilayah tersebut sangat kental dengan basis budaya, tradisi, dan kearifan lokal seperti ritual sedekah bumi. Namun, ia mengingatkan agar pengembangan desa wisata tidak hanya berhenti pada aspek administratif seperti pemberian sertifikasi semata.
“Pendampingan desa wisata tidak boleh berhenti hanya pada sertifikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana desa wisata tersebut bisa hidup, memiliki pasar, dan benar-benar meningkatkan pendapatan masyarakat,” tegas legislator asal PKB tersebut.
Lebih lanjut, Eva menekankan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan, ketersediaan air bersih, dan fasilitas umum menjadi syarat mutlak agar destinasi wisata di Rembang dan sekitarnya bisa bersaing. Menurutnya, pengembangan ini harus dilakukan secara lintas sektor guna memastikan keberlanjutan ekonomi warga lokal.
“Tanpa infrastruktur dasar yang memadai, promosi dan penyelenggaraan event wisata tidak akan memberikan dampak signifikan bagi daerah. Penguatan desa wisata harus dilakukan secara menyeluruh, terencana, dan berkelanjutan,” pungkas Eva.
Penulis : Rach Alida Bahaweres


