|  | 

Berita Nasional

Ratusan Korban Banjir Sumatera Hilang, DPR Minta Kerja Basarnas Dioptimalkan

JAKARTA - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menyebabkan ratusan orang masih belum ditemukan. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Irmawan, meminta Basarnas mengoptimalkan proses pencarian dan evakuasi korban di lokasi bencana.

“Kami prihatin atas bencana besar yang melanda Sumatera ini. Ratusan orang meninggal dan ratusan lainnya belum ditemukan. Kami memahami Basarnas telah bekerja maksimal dan kami mengapresiasi itu. Namun melihat situasi di lapangan, kami meminta agar upaya pencarian dapat lebih dioptimalkan,” ujar Irmawan di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Irmawan mengatakan, hingga kini masih banyak wilayah yang terisolasi akibat akses transportasi terputus. Kerusakan jalan penghubung, jembatan, serta cuaca ekstrem dinilai menghambat mobilisasi tim pencarian.

“Banyak wilayah yang tidak bisa dijangkau karena akses hancur. Karena itu kami berharap ada penambahan personel dan alat penunjang seperti perahu karet, drone pencarian, hingga alat berat agar proses pencarian lebih cepat dan efektif,” tegasnya.

Legislator asal Aceh itu juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan tim penyelamat. Kondisi medan yang labil dan risiko longsor susulan membuat operasi pencarian harus dilakukan dengan perlindungan dan sistem peringatan dini yang memadai.

“Upaya penyelamatan nyawa adalah prioritas, namun keselamatan tim Basarnas juga harus diutamakan,” ujarnya.

Selain itu, Irmawan meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas lembaga, termasuk pelibatan TNI, Polri, BPBD, relawan, dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin pukul 17.30 WIB, korban tewas akibat bencana mencapai 565 orang dan 494 orang lainnya belum ditemukan. Lebih dari 500.000 warga terpaksa mengungsi. Sumatera Utara menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 247 korban meninggal, 174 hilang, dan 613 luka-luka.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Related Articles

A new version of this app is available. Click here to update.